Xi Jinping: Miliki Ikatan Darah, Penyatuan China dengan Taiwan Tak Dapat Dihentikan!
Kamis, 01 Januari 2026 - 12:36 WIB
“Kita, warga China di kedua sisi Selat Taiwan, memiliki ikatan darah dan kekerabatan. Penyatuan kembali tanah air kita, sebuah tren zaman, tidak dapat dihentikan!” kata Xi pada Rabu malam, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (1/1/2026).
Pemimpin rezim Komunis China itu juga menyatakan, "Beijing akan mendukung Hong Kong dan Makau dalam integrasi yang lebih baik ke dalam pembangunan keseluruhan negara kita dan menjaga kemakmuran dan stabilitas jangka panjang.”
Beijing telah berulang kali menekankan preferensi untuk penyatuan kembali secara damai, tetapi tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan jika “pasukan separatis” Taiwan dan pendukung Barat-nya menginginkan kemerdekaan formal.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah melakukan latihan militer selama dua hari di sekitar Taiwan pada Senin dan Selasa, mensimulasikan blokade pelabuhan-pelabuhan utama, serangan presisi terhadap target maritim, dan skenario untuk melawan campur tangan eksternal.
Latihan militer dimulai hanya 11 hari setelah Washington mengumumkan paket penjualan senjata senilai USD11,1 miliar ke Taiwan—yang terbesar yang pernah ada untuk pulau tersebut. Meskipun secara formal menganut kebijakan "Satu-China", AS mempertahankan hubungan dekat dengan Taipei, yang mencakup kunjungan para anggota Parlemen terkemuka, yang menimbulkan kemarahan dari Beijing.
Pemimpin rezim Komunis China itu juga menyatakan, "Beijing akan mendukung Hong Kong dan Makau dalam integrasi yang lebih baik ke dalam pembangunan keseluruhan negara kita dan menjaga kemakmuran dan stabilitas jangka panjang.”
Beijing telah berulang kali menekankan preferensi untuk penyatuan kembali secara damai, tetapi tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan jika “pasukan separatis” Taiwan dan pendukung Barat-nya menginginkan kemerdekaan formal.
Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah melakukan latihan militer selama dua hari di sekitar Taiwan pada Senin dan Selasa, mensimulasikan blokade pelabuhan-pelabuhan utama, serangan presisi terhadap target maritim, dan skenario untuk melawan campur tangan eksternal.
Latihan militer dimulai hanya 11 hari setelah Washington mengumumkan paket penjualan senjata senilai USD11,1 miliar ke Taiwan—yang terbesar yang pernah ada untuk pulau tersebut. Meskipun secara formal menganut kebijakan "Satu-China", AS mempertahankan hubungan dekat dengan Taipei, yang mencakup kunjungan para anggota Parlemen terkemuka, yang menimbulkan kemarahan dari Beijing.
Lihat Juga :