Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur

Kamis, 01 Januari 2026 - 07:13 WIB
Hesham Alghannam, seorang cendekiawan Arab Saudi di Malcolm H Kerr Carnegie Middle East Center, mengatakan langkah kerajaan tersebut memperjelas bahwa mereka memandang provinsi-provinsi Yaman, terutama Hadhramout, sebagai “masalah keamanan nasional inti”.

Riyadh memandang wilayah tersebut sangat penting, kata Alghannam, karena letak geografisnya dan aset minyak dan pelabuhan yang strategis.

“Dari sudut pandang Riyadh, kehilangan pengaruh di sana akan lebih dari sekadar kemunduran lokal,” katanya kepada Al Jazeera, Kamis (1/1/2026).

“Hal itu akan menciptakan celah keamanan yang besar, akan melemahkan ketahanan energi dan membuka ruang bagi kekuatan yang bermusuhan atau bersaing untuk memposisikan diri mereka langsung di selatan kerajaan," ujarnya.

Menyusul peristiwa cepat pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah melakukan penilaian komprehensif atas perannya di Yaman dan memutuskan untuk mengakhiri misinya di sana.

“Mengingat perkembangan terkini dan implikasi potensialnya terhadap keselamatan dan efektivitas misi kontra-terorisme, Kementerian Pertahanan mengumumkan penghentian personel kontra-terorisme yang tersisa di Yaman atas kemauan sendiri, dengan cara yang memastikan keselamatan personelnya,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!