Arab Saudi Ungkap Detail Pengeboman di Yaman, Memaksa Pasukan UEA Mundur

Kamis, 01 Januari 2026 - 07:13 WIB
loading...
Arab Saudi Ungkap Detail...
Koalisi pimpinan Arab Saudi bombardir pengiriman senjata dari UEA untuk kelompok separatis STC di pelabuhan Mukalla, Yaman. Foto/Al Ekhbariya
A A A
RIYADH - Arab Saudi telah merilis detail lebih lanjut tentang pengeboman Koalisi Arab pimpinan Riyadh terhadap pelabuhan Mukalla di Yaman. Pengeboman ini menargetkan pasokan senjata dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC).

Serangan jet-jet tempur koalisi itu telah memicu ketegangan antara Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab, yang pada akhirnya memaksa Uni Emirat Arab menyatakan akan menarik pasukannya dari Yaman.

Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, menunjukkan gambar-gambar yang mendokumentasikan operasi militer yang dilakukan pada Selasa pagi lalu.

Baca Juga: Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bombardir Yaman, Targetkan Pengiriman Senjata dari UEA

Dia menyatakan bahwa setelah memasuki pelabuhan Mukalla, menjadi jelas bahwa ada dua kapal dari UEA membawa lebih dari 80 kendaraan dan kontainer berisi senjata dan amunisi. Dia menambahkan bahwa pihak UEA memindahkan kendaraan, kontainer, dan personel UEA ke pangkalan al-Rayyan tanpa memberi tahu Arab Saudi.

Jenderal Arab Saudi tersebut mengatakan koalisi mematuhi aturan keterlibatan selama operasi militer.

Sementara itu, UEA mengumumkan penarikan pasukannya dari Yaman, menyatakan berakhirnya apa yang disebutnya operasi “kontraterorisme” di sana, setelah Riyadh menuduh Abu Dhabi mendukung separatis di Yaman.

Pengumuman Jenderal al-Maliki disampaikan setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menuntut UEA menarik pasukannya dari negara tersebut dalam waktu 24 jam, sebuah seruan yang didukung oleh Arab Saudi.

Beberapa jam sebelumnya, pasukan koalisi menyerang pelabuhan Mukalla di Yaman selatan, menargetkan apa yang menurut Riyadh adalah pengiriman senjata terkait UEA yang ditujukan untuk STC di Yaman.

STC, yang awalnya mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan pemberontak Houthi, melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi bulan ini, untuk mendirikan merdeka di selatan.

Kemajuan tersebut memecah kebuntuan selama bertahun-tahun, dengan STC menguasai sebagian besar wilayah Yaman selatan, termasuk provinsi Hadhramaut dan Mahara, mengabaikan peringatan dari Riyadh. Hadhramaut berbatasan dengan Arab Saudi, dan Mahara dekat dengan perbatasan.

Arab Saudi pada hari Selasa mengatakan pihaknya kecewa atas tekanan yang diberikan oleh UEA kepada STC untuk melakukan operasi militer di provinsi Hadhramout dan Mahara. Riyadh mengatakan pihaknya menganggap langkah-langkah tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.

“Dalam konteks ini, kerajaan menekankan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya adalah garis merah, dan Kerajaan tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah dan tindakan yang diperlukan untuk menghadapi dan menetralisir ancaman tersebut,” kata Kerajaan Arab Saudi.

Hesham Alghannam, seorang cendekiawan Arab Saudi di Malcolm H Kerr Carnegie Middle East Center, mengatakan langkah kerajaan tersebut memperjelas bahwa mereka memandang provinsi-provinsi Yaman, terutama Hadhramout, sebagai “masalah keamanan nasional inti”.

Riyadh memandang wilayah tersebut sangat penting, kata Alghannam, karena letak geografisnya dan aset minyak dan pelabuhan yang strategis.

“Dari sudut pandang Riyadh, kehilangan pengaruh di sana akan lebih dari sekadar kemunduran lokal,” katanya kepada Al Jazeera, Kamis (1/1/2026).

“Hal itu akan menciptakan celah keamanan yang besar, akan melemahkan ketahanan energi dan membuka ruang bagi kekuatan yang bermusuhan atau bersaing untuk memposisikan diri mereka langsung di selatan kerajaan," ujarnya.

Menyusul peristiwa cepat pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan telah melakukan penilaian komprehensif atas perannya di Yaman dan memutuskan untuk mengakhiri misinya di sana.

“Mengingat perkembangan terkini dan implikasi potensialnya terhadap keselamatan dan efektivitas misi kontra-terorisme, Kementerian Pertahanan mengumumkan penghentian personel kontra-terorisme yang tersisa di Yaman atas kemauan sendiri, dengan cara yang memastikan keselamatan personelnya,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Bangun Ketahanan Pangan,...
Bangun Ketahanan Pangan, Kakanwil Ditjenpas Jakarta Panen Telur Ayam di Lapas Salemba
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved