Thailand Dibombardir Mortir dan Rudal Kamboja, Bangkok Kirim Jet Tempur

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:35 WIB
Kedua pihak sepakat pada hari Senin untuk mengadakan pembicaraan, dalam kerangka komite perbatasan bilateral yang ada, Komite Perbatasan Umum Kamboja-Thailand, menyusul dorongan regional untuk mengakhiri pertempuran.

Laporan dari ibu kota Kamboja, Phnom Penh, Assed Baig dari Al Jazeera mengatakan bahwa pertemuan sedang berlangsung, dengan negara-negara ASEAN bertindak sebagai pengamat, tetapi diperkirakan tidak akan menghasilkan terobosan besar.

“Sangat penting untuk memperjelas apa tujuan dan bukan tujuan pertemuan ini. Pertemuan ini antara pejabat pertahanan dan militer, bukan politisi,” katanya.

“Ini bukan forum tempat gencatan senjata dapat disepakati atau ditandatangani.”

Paling banter, katanya, pembicaraan akan membahas tentang “menstabilkan situasi, mengklarifikasi insiden antara pihak-pihak terkait, dan menjaga jalur komunikasi tetap terbuka”.

Kesepakatan apa pun tentang gencatan senjata harus datang dari para pemimpin politik di Bangkok dan Phnom Penh, katanya, “dan di situlah tekanan dari luar berperan.”

AS, Tiongkok, dan negara-negara ASEAN telah berbicara dengan kedua negara, mendesak penyelesaian konflik.

Namun sejauh ini, katanya, “kedua pihak masih terjebak dalam permainan saling menyalahkan”.

Thailand dan Kamboja telah terlibat dalam pertukaran tembakan roket dan artileri setiap hari di sepanjang perbatasan darat mereka sepanjang 817 km (508 mil) setelah runtuhnya gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Malaysia awal bulan ini yang mengakhiri pertempuran selama lima hari pada bulan Juli.

Konflik ini berakar dari sengketa teritorial atas demarkasi perbatasan sepanjang 800 km (500 mil) peninggalan era kolonial dan sejumlah reruntuhan candi kuno yang terletak di perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!