China dan Rusia Dukung Venezuela, Trump Peringatkan Maduro Tidak Bermain Keras
Selasa, 23 Desember 2025 - 18:30 WIB
"Mungkin kita akan menjualnya. Mungkin kita akan menyimpannya. Mungkin kita akan menggunakannya dalam cadangan strategis," papar dia. "Kita akan menyimpannya. Kita juga akan menyimpan kapal-kapal itu."
Sementara itu, Maduro membalas serangan terbaru Trump, dengan mengatakan dalam pidato yang disiarkan di televisi publik bahwa presiden AS akan lebih baik jika ia fokus pada masalah negaranya sendiri daripada mengancam Caracas.
“Ia akan lebih baik berada di negaranya sendiri dalam hal ekonomi dan sosial, dan ia akan lebih baik di dunia jika ia mengurus urusan negaranya,” ungkap Maduro.
Kampanye melawan sektor minyak Venezuela yang sangat penting ini terjadi di tengah peningkatan besar-besaran militer AS di kawasan tersebut dengan misi yang dinyatakan untuk memerangi perdagangan narkoba, serta lebih dari dua lusin serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Samudra Pasifik dan Laut Karibia dekat negara Amerika Selatan tersebut.
Para kritikus mempertanyakan legalitas serangan tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang.
Tak lama setelah Trump berbicara, militer AS mengatakan telah menewaskan satu orang lagi dalam serangan terhadap satu “kapal berprofil rendah” yang diduga membawa narkoba di perairan internasional di Samudra Pasifik bagian timur.
Venezuela membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba dan bersikeras Washington berupaya menggulingkan Maduro untuk merebut cadangan minyak negara tersebut, yang merupakan cadangan terbesar di dunia.
Maduro Membalas
Sementara itu, Maduro membalas serangan terbaru Trump, dengan mengatakan dalam pidato yang disiarkan di televisi publik bahwa presiden AS akan lebih baik jika ia fokus pada masalah negaranya sendiri daripada mengancam Caracas.
“Ia akan lebih baik berada di negaranya sendiri dalam hal ekonomi dan sosial, dan ia akan lebih baik di dunia jika ia mengurus urusan negaranya,” ungkap Maduro.
Kampanye melawan sektor minyak Venezuela yang sangat penting ini terjadi di tengah peningkatan besar-besaran militer AS di kawasan tersebut dengan misi yang dinyatakan untuk memerangi perdagangan narkoba, serta lebih dari dua lusin serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Samudra Pasifik dan Laut Karibia dekat negara Amerika Selatan tersebut.
Para kritikus mempertanyakan legalitas serangan tersebut, yang telah menewaskan lebih dari 100 orang.
Tak lama setelah Trump berbicara, militer AS mengatakan telah menewaskan satu orang lagi dalam serangan terhadap satu “kapal berprofil rendah” yang diduga membawa narkoba di perairan internasional di Samudra Pasifik bagian timur.
Venezuela membantah keterlibatannya dalam perdagangan narkoba dan bersikeras Washington berupaya menggulingkan Maduro untuk merebut cadangan minyak negara tersebut, yang merupakan cadangan terbesar di dunia.
Lihat Juga :