Seorang Pria Hindu Dibakar Hidup-hidup oleh Massa di Bangladesh, Ini Alasannya
Minggu, 21 Desember 2025 - 08:38 WIB
NDTV berbicara dengan ayah Dipu Chandra Das, Ravilal Das, yang menceritakan peristiwa yang menyebabkan kematian putranya. Dia mengatakan keluarga pertama kali mengetahui tentang kejadian itu melalui media sosial.
"Kami melihatnya di Facebook. Dari Facebook kami mulai mendengar berbagai hal, kemudian lebih banyak orang yang mengatakannya - dan kemudian kami mengetahuinya ketika seseorang berkata kepada saya, saudaraku... saudaraku, dia dipukuli, dipukuli dengan parah. Kemudian paman saya datang setengah jam kemudian dan memberi tahu saya bahwa mereka membawa putra saya... dan mereka mengikatnya ke pohon," kata Ravilal Das kepada NDTV menggambarkan bagaimana amuk massa tersebut terjadi.
Ayah yang berduka itu mengatakan massa kemudian menuangkan minyak tanah ke putranya dan membakarnya. "Tubuhnya yang terbakar ditinggalkan di luar. Mereka mengikat tubuh dan kepala yang terbakar di luar bersama-sama. Itu mengerikan," katanya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, pemerintah sementara Bangladesh mengecam aksi main hakim sendiri tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak memiliki tempat di negara itu.
"Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti itu di Bangladesh yang baru. Para pelaku kejahatan keji ini tidak akan dibiarkan lolos," bunyi pernyataan pemerintah sementara Bangladesh.
Namun, Ravilal Das mengatakan keluarga belum menerima jaminan langsung sejauh ini. "Tidak ada seorang pun dari pemerintah yang memberikan jaminan apa pun. Tidak ada yang mengatakan apa pun," katanya kepada NDTV, Minggu (21/12/2025).
"Kami melihatnya di Facebook. Dari Facebook kami mulai mendengar berbagai hal, kemudian lebih banyak orang yang mengatakannya - dan kemudian kami mengetahuinya ketika seseorang berkata kepada saya, saudaraku... saudaraku, dia dipukuli, dipukuli dengan parah. Kemudian paman saya datang setengah jam kemudian dan memberi tahu saya bahwa mereka membawa putra saya... dan mereka mengikatnya ke pohon," kata Ravilal Das kepada NDTV menggambarkan bagaimana amuk massa tersebut terjadi.
Ayah yang berduka itu mengatakan massa kemudian menuangkan minyak tanah ke putranya dan membakarnya. "Tubuhnya yang terbakar ditinggalkan di luar. Mereka mengikat tubuh dan kepala yang terbakar di luar bersama-sama. Itu mengerikan," katanya.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jumat, pemerintah sementara Bangladesh mengecam aksi main hakim sendiri tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak memiliki tempat di negara itu.
"Tidak ada tempat untuk kekerasan seperti itu di Bangladesh yang baru. Para pelaku kejahatan keji ini tidak akan dibiarkan lolos," bunyi pernyataan pemerintah sementara Bangladesh.
Namun, Ravilal Das mengatakan keluarga belum menerima jaminan langsung sejauh ini. "Tidak ada seorang pun dari pemerintah yang memberikan jaminan apa pun. Tidak ada yang mengatakan apa pun," katanya kepada NDTV, Minggu (21/12/2025).
7 Orang Ditangkap dalam Kasus Amuk Massa
Lihat Juga :