Dugaan Pengambilan Paksa Organ di China Jadi Sorotan, G7 Diminta Bertindak
Sabtu, 20 Desember 2025 - 14:46 WIB
Menurut Trey, kampanye petisi saat ini memerlukan waktu tiga bulan untuk dipersiapkan dan akan terus berjalan terlepas dari perubahan kepemimpinan di negara-negara terkait. Melihat laju pengumpulan tanda tangan yang cepat, dia optimistis dukungan terhadap petisi ini dapat mencapai jutaan orang.
"Setiap individu yang mencintai kebebasan dan setiap orang yang beriman tentu ingin melihat penganiayaan yang mengerikan ini, termasuk pengambilan organ paksa terhadap praktisi Falun Gong, benar-benar berakhir,” ujarnya.
Petisi tersebut menyerukan para pemimpin dari 14 negara untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam praktik pengambilan organ paksa oleh rezim China, menuntut penghentian segera, serta menyusun rencana aksi terkoordinasi.
Strategi itu mencakup perlindungan warga negara agar tidak menerima transplantasi di China, penghentian kerja sama terkait transplantasi, penyelenggaraan dengar pendapat parlemen tahunan, serta investigasi untuk menuntut pertanggungjawaban.
"Setiap individu yang mencintai kebebasan dan setiap orang yang beriman tentu ingin melihat penganiayaan yang mengerikan ini, termasuk pengambilan organ paksa terhadap praktisi Falun Gong, benar-benar berakhir,” ujarnya.
Petisi tersebut menyerukan para pemimpin dari 14 negara untuk mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam praktik pengambilan organ paksa oleh rezim China, menuntut penghentian segera, serta menyusun rencana aksi terkoordinasi.
Strategi itu mencakup perlindungan warga negara agar tidak menerima transplantasi di China, penghentian kerja sama terkait transplantasi, penyelenggaraan dengar pendapat parlemen tahunan, serta investigasi untuk menuntut pertanggungjawaban.
(mas)
Lihat Juga :