Terancam Diinvasi China, Taiwan Borong Senjata AS Senilai Rp185,6 Triliun

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:36 WIB
Juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Karen Kuo, mengatakan Taiwan akan terus mereformasi sektor pertahanannya. "Dan memperkuat ketahanan pertahanan seluruh masyarakat untuk menunjukkan tekad kami untuk membela diri, dan menjaga perdamaian melalui kekuatan," katanya.

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka menentang upaya Kongres AS untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) terkait dengan Taiwan dan dengan tegas menentang segala bentuk kontak militer antara AS dan Taiwan.

“Kami mendesak AS untuk mematuhi prinsip 'Satu-China' dan ketentuan dari tiga komunike bersama China-AS: Hentikan ‘mempersenjatai Taiwan’, hentikan peninjauan RUU terkait, dan hentikan campur tangan dalam urusan internal China,” kata juru bicara kantor tersebut, Zhu Fenglian, dalam sebuah pernyataan.

Zhu mengatakan para pemimpin politik Taiwan sedang mengejar "kemerdekaan", dan bersedia membiarkan kekuatan eksternal mengubah pulau itu menjadi "landak perang", yang dapat mengakibatkan penduduk menjadi "umpan meriam" dan "dibantai sesuka hati, yang merupakan tindakan tercela".

Presiden Taiwan William Lai Ching-te bulan lalu mengumumkan anggaran pertahanan tambahan sebesar USD40 miliar, yang akan berlaku dari tahun 2026 hingga 2033, dengan mengatakan,"Tidak ada ruang untuk kompromi dalam hal keamanan nasional."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!