Pernah Berkunjung ke Filipina dan Terlibat Aksi Terorisme, Naveed Akram Didakwa 15 Tuduhan Pembunuhan

Rabu, 17 Desember 2025 - 14:13 WIB
Ia mengalami luka kritis selama insiden pada hari Minggu, dan sidang pertamanya dilakukan dari samping tempat tidurnya di rumah sakit, kata pengadilan setempat di New South Wales.

Kasus ini ditunda hingga April 2026, tambah pengadilan.

Sebelumnya pada hari Rabu, Komisaris Polisi New South Wales Mal Lanyon mengatakan mereka menunggu efek obatnya hilang sebelum secara resmi menginterogasi Akram.

"Demi keadilannya, kami perlu dia memahami apa yang sebenarnya terjadi," kata Lanyon, dilansir BBC.

Dua puluh orang yang terluka dalam serangan itu masih dirawat di rumah sakit di seluruh Sydney, dengan satu orang masih dalam kondisi kritis.

Polisi telah menetapkan serangan itu sebagai insiden teroris, dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tampaknya serangan itu "dimotivasi oleh ideologi kelompok ISIS".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!