Pernah Berkunjung ke Filipina dan Terlibat Aksi Terorisme, Naveed Akram Didakwa 15 Tuduhan Pembunuhan
Rabu, 17 Desember 2025 - 14:13 WIB
Baca Juga: 10 Pangkalan Militer Rahasia di Dunia, dari Bawah Tanah hingga Tersembunyi di Wilayah Antah Berantah
Polisi mengatakan bendera kelompok ISIS buatan sendiri dan alat peledak improvisasi (IED) telah ditemukan di dalam kendaraan yang digunakan oleh para pelaku penembakan.
Pada hari Selasa, terungkap bahwa ayah dan anak tersebut telah melakukan perjalanan ke Filipina sebulan sebelum serangan di Pantai Bondi.
Biro imigrasi Filipina mengatakan kepada BBC bahwa mereka berada di negara itu dari tanggal 1 November hingga 28 November. "Tujuan akhir mereka adalah kota Davao di selatan," kata seorang juru bicara imigrasi.
Naveed Akram melakukan perjalanan ke Filipina menggunakan paspor Australia, sementara ayahnya, Sajid, menggunakan paspor India, kata otoritas perbatasan di Manila kepada BBC.
Sajid Akram berasal dari kota Hyderabad di India selatan, tetapi memiliki "kontak terbatas" dengan keluarganya di sana, kata seorang pejabat polisi dari negara bagian Telangana, India.
Polisi mengatakan bendera kelompok ISIS buatan sendiri dan alat peledak improvisasi (IED) telah ditemukan di dalam kendaraan yang digunakan oleh para pelaku penembakan.
Pada hari Selasa, terungkap bahwa ayah dan anak tersebut telah melakukan perjalanan ke Filipina sebulan sebelum serangan di Pantai Bondi.
Biro imigrasi Filipina mengatakan kepada BBC bahwa mereka berada di negara itu dari tanggal 1 November hingga 28 November. "Tujuan akhir mereka adalah kota Davao di selatan," kata seorang juru bicara imigrasi.
Naveed Akram melakukan perjalanan ke Filipina menggunakan paspor Australia, sementara ayahnya, Sajid, menggunakan paspor India, kata otoritas perbatasan di Manila kepada BBC.
Sajid Akram berasal dari kota Hyderabad di India selatan, tetapi memiliki "kontak terbatas" dengan keluarganya di sana, kata seorang pejabat polisi dari negara bagian Telangana, India.
(ahm)
Lihat Juga :