Thailand Desak Pengumuman Gencatan Senjata Sepihak dari Kamboja
Rabu, 17 Desember 2025 - 10:22 WIB
Bentrokan yang kembali terjadi di berbagai lokasi telah menewaskan 32 orang, termasuk tentara dan warga sipil, di kedua sisi perbatasan, dan menyebabkan sekitar 800.000 orang mengungsi, kata para pejabat.
Melaporkan dari satu kuil yang menampung pengungsi internal di provinsi Sisaket, Thailand, Jack Barton dari Al Jazeera mengatakan suara pertempuran bergema di sekitar area tersebut.
“Kami masih bisa mendengar pertempuran… (termasuk) tembakan artileri Thailand dan roket Grad Kamboja yang datang,” katanya.
Bentrokan tersebut telah menghancurkan gencatan senjata yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakhiri lima hari pertempuran berdarah pada bulan Juli.
Trump, yang menggunakan ancaman tarif perdagangan sebagai alat tawar-menawar untuk mengakhiri pertempuran, juga telah berupaya campur tangan dalam bentrokan terbaru, mengklaim pekan lalu kedua negara telah menyetujui gencatan senjata yang dimulai Sabtu malam.
Namun, pertempuran harian terus berlanjut sejak pecahnya kekerasan terbaru, dan Bangkok membantah klaim Trump tentang gencatan senjata.
Melaporkan dari satu kuil yang menampung pengungsi internal di provinsi Sisaket, Thailand, Jack Barton dari Al Jazeera mengatakan suara pertempuran bergema di sekitar area tersebut.
“Kami masih bisa mendengar pertempuran… (termasuk) tembakan artileri Thailand dan roket Grad Kamboja yang datang,” katanya.
Bentrokan tersebut telah menghancurkan gencatan senjata yang didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakhiri lima hari pertempuran berdarah pada bulan Juli.
Trump, yang menggunakan ancaman tarif perdagangan sebagai alat tawar-menawar untuk mengakhiri pertempuran, juga telah berupaya campur tangan dalam bentrokan terbaru, mengklaim pekan lalu kedua negara telah menyetujui gencatan senjata yang dimulai Sabtu malam.
Namun, pertempuran harian terus berlanjut sejak pecahnya kekerasan terbaru, dan Bangkok membantah klaim Trump tentang gencatan senjata.
Tidak Ada Tekanan untuk Gencatan Senjata
Lihat Juga :