Hongaria Tegur Sekjen Mark Rutte Gara-gara Sebut NATO Target Rusia Berikutnya
Minggu, 14 Desember 2025 - 11:55 WIB
Szijjarto mengatakan komentar Rutte juga merupakan tanda bahwa semua orang di Brussels telah berbaris menentang upaya perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Kepala NATO telah secara praktis menikam pembicaraan perdamaian dari belakang," paparnya.
"Kami, orang Hongaria, sebagai anggota NATO, menolak kata-kata Sekretaris Jenderal! Keamanan negara-negara Eropa tidak dijamin oleh Ukraina, tetapi oleh NATO sendiri. Pernyataan provokatif seperti itu tidak bertanggung jawab dan berbahaya! Kami menyerukan kepada Mark Rutte untuk berhenti memicu ketegangan perang!!!" imbuh Szijjarto, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (13/12/2025).
Hongaria telah berulang kali berbeda pendapat dengan banyak mitra Uni Eropa dan NATO mengenai Ukraina, dengan alasan bahwa pengiriman senjata lebih lanjut ke Kyiv hanya akan memperpanjang konflik.
Budapest juga secara konsisten mendesak negosiasi Rusia-Ukraina dan mengecam sanksi Barat terhadap Rusia sebagai hal yang merugikan ekonomi Uni Eropa. Mereka juga menentang rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina, menyebutnya tindakan ilegal.
Moskow menepis spekulasi oleh pejabat dan media Barat bahwa mereka akan menyerang NATO sebagai "omong kosong", dan para pejabat Rusia berpendapat bahwa blok tersebut menggunakan klaim "ancaman Rusia" sebagai dalih untuk membenarkan persenjataan kembali dan militerisasi yang merajalela.
"Kami, orang Hongaria, sebagai anggota NATO, menolak kata-kata Sekretaris Jenderal! Keamanan negara-negara Eropa tidak dijamin oleh Ukraina, tetapi oleh NATO sendiri. Pernyataan provokatif seperti itu tidak bertanggung jawab dan berbahaya! Kami menyerukan kepada Mark Rutte untuk berhenti memicu ketegangan perang!!!" imbuh Szijjarto, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (13/12/2025).
Hongaria telah berulang kali berbeda pendapat dengan banyak mitra Uni Eropa dan NATO mengenai Ukraina, dengan alasan bahwa pengiriman senjata lebih lanjut ke Kyiv hanya akan memperpanjang konflik.
Budapest juga secara konsisten mendesak negosiasi Rusia-Ukraina dan mengecam sanksi Barat terhadap Rusia sebagai hal yang merugikan ekonomi Uni Eropa. Mereka juga menentang rencana Uni Eropa untuk menggunakan aset Rusia yang dibekukan untuk mendukung Ukraina, menyebutnya tindakan ilegal.
Moskow menepis spekulasi oleh pejabat dan media Barat bahwa mereka akan menyerang NATO sebagai "omong kosong", dan para pejabat Rusia berpendapat bahwa blok tersebut menggunakan klaim "ancaman Rusia" sebagai dalih untuk membenarkan persenjataan kembali dan militerisasi yang merajalela.
(mas)
Lihat Juga :