Militer Thailand Ngamuk, Bombardir 5 Kasino Kamboja

Jum'at, 12 Desember 2025 - 14:46 WIB
"Juga benar bahwa penolakan global terhadap industri penipuan Kamboja merupakan kenyataan yang berguna bagi Thailand, memberikan perlindungan bagi agresi ekstrateritorialnya."

Pemerintah Kamboja terus membantah keterkaitannya dengan industri penipuan dan menutup sejumlah operasi.

Sims mengatakan tidak ada jaminan bahwa kasino-kasino tersebut telah dievakuasi dan mereka mungkin masih menampung ribuan korban perdagangan manusia yang bekerja untuk operasi penipuan.

Jaringan penipuan daring di Kamboja terkenal karena memikat pekerja dari luar negeri dengan tawaran pekerjaan yang sah, kemudian memaksa mereka untuk menipu korban di negara asal mereka dan negara lain di bawah ancaman kekerasan dan penyiksaan.

Video-video yang belum diverifikasi yang diunggah ke media sosial minggu ini diduga menunjukkan ratusan warga asing melarikan diri dari pusat-pusat penipuan di daerah O'Smach dan berjalan di sepanjang jalan sambil membawa barang-barang mereka.

"Mengebom kompleks bukanlah cara yang masuk akal untuk memerangi industri penipuan," kata Sims.

"Ini bukan topik yang ingin dibicarakan oleh pemerintah mana pun," ujarnya.

"Apakah Thailand dengan sengaja menargetkan lokasi dengan warga sipil yang terjebak? Apakah Kamboja sekarang menggunakan mereka sebagai perisai manusia? Atau, apakah oligarki yang berinvestasi dalam penipuan yang memiliki kompleks tersebut memindahkan mereka... sebelum menggunakannya kembali untuk keperluan militer?" terangnya.

"Ini adalah pertanyaan-pertanyaan besar karena kita bisa saja melihat kejahatan perang di kedua sisi di sini. Agar jelas, saya juga tidak tahu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, tetapi pertanyaan-pertanyaan inilah yang layak diajukan," imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!