Lubang Biru di Arab Saudi Masih Jadi Misteri

Sabtu, 06 Desember 2025 - 16:27 WIB
Lubang biru di Arab Saudi masih jadi misteri. Foto/SPA/Gulf News
RIYAHD - Lubang Biru Arab Saudi — rangkaian lubang runtuhan laut dalam yang membentang di sepanjang garis pantai barat daya antara Mekkah dan Jazan — dengan cepat mendapatkan pengakuan sebagai salah satu fitur alam Kerajaan yang paling menakjubkan.

Depresi melingkar yang mencolok ini, yang terlihat seperti kolam biru tua dengan latar belakang perairan Laut Merah yang berwarna biru kehijauan, menawarkan pandangan langka tentang proses geologis yang telah berlangsung selama jutaan tahun.



Melansir Gulf News, terbentuk melalui retakan batuan, pelarutan batu kapur, pergeseran tektonik, dan runtuhnya sistem gua bawah laut purba secara bertahap, lubang-lubang biru dianggap sebagai arsip geologi yang tak ternilai.

Dinding vertikalnya yang curam dan sedimen berlapis memungkinkan para ilmuwan mempelajari pola iklim masa lalu, perubahan permukaan laut, dan perkembangan jangka panjang di cekungan Laut Merah. Bagi para peneliti, setiap lubang runtuhan merupakan kapsul waktu alami yang menyimpan bukti evolusi laut.

Mengapa Lubang Biru di Arab Saudi Masih Jadi Misteri?

1. Ekosistem Unik

Melansir Gulf News, lubang biru adalah lubang runtuhan bawah laut vertikal yang dalam yang ditemukan dalam formasi batuan karbonat di seluruh dunia, termasuk contoh-contoh terkenal di Belize, China, dan bahkan yang berukuran sedang di UEA.

Lubang-lubang ini membentuk ekosistem unik yang kaya akan keanekaragaman hayati dan berfungsi sebagai surga bagi penyu, ikan karang, mamalia laut, invertebrata, dan organisme khusus yang berkembang biak di lingkungan dengan cahaya redup dan oksigen rendah. Kedalaman dan keterpencilannya seringkali menghasilkan komposisi kimia air yang berbeda, menciptakan kondisi yang berbeda dari laut di sekitarnya.

Baca Juga: Indonesia dan 7 Negara Muslim Kecam Rencana Israel Buka Perbatasan Rafah, Apa Pemicunya?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!