Butuh Persenjataan, Sudan Tawarkan Pangkalan Militer di Laut Merah kepada Rusia

Rabu, 03 Desember 2025 - 19:30 WIB
Kesepakatan semacam itu dapat menimbulkan masalah dengan Uni Eropa dan AS, catat para pejabat, terkait hubungan Rusia yang tegang dengan Barat akibat invasinya ke Ukraina.

Kesepakatan yang dilaporkan ini muncul lima tahun setelah kesepakatan yang hampir identik diumumkan oleh Rusia, yang menguraikan operasi pangkalan angkatan laut selama 25 tahun yang akan menampung 300 personel dan hingga empat kapal, termasuk kapal bertenaga nuklir, pada satu waktu.

Baca Juga: Politikus Muslim Ini Kecam Trump yang Sebut Imigran Somalia sebagai Sampah

Perjanjian ini juga menetapkan perpanjangan otomatis setiap 10 tahun jika tidak ada pihak yang keberatan, tetapi penggulingan diktator lama Omar al-Bashir membuat dewan penguasa militer yang baru meninjau kembali perjanjian tersebut.

Kedekatan kembali pemerintah Sudan dengan Rusia terjadi setelah RSF merebut ibu kota Darfur, El-Fasher, pada akhir Oktober, yang memperkuat kendali atas sebagian besar wilayah Sudan barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!