Jet Tempur AS Generasi Baru ‘eSeries’ Gabungkan Pesawat dan Satelit
Selasa, 15 September 2020 - 14:02 WIB
“eT-7 itu yang pertama dalam visi kami secara jangka panjang untuk e-pesawat dan e-satelit. Selama 73 tahun, seluruh sejarah Angkatan Udara, X-pesawat telah mewakili inovasi teknologi. Hari ini, e-pesawat dan e-satelit akan menggabungkan mereka membuat sejarah dan memastikan para profesional di angkatan udara dan angkasa memiliki alat modern untuk melindungi bangsa kita,” tutur Barrett.
Pengumuman ini awalnya memicu kebingungan di media sosial karena warganet militer AS telah menggunakan awalan nama “E” untuk mendesain pesawat yang membawa peralatan untuk perang elektronik, peringatan dini serangan udara dan misi kontrol dan komando angkatan udara, serta peralatan yang menyediakan jaringan komunikasi dan data taktis.
Pesawat itu termasuk milik Angkatan Laut AS EA-18 Growler yang dapat melancarkan serangan elektronik, jet pengintai Angkatan Udara E-8 JSTARS dan E-6 Mercury yang digunakan sebagai pos komando udara untuk melancarkan serangan rudal balistik antarbenua. (Baca Infografis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)
“Biasanya sebutan pesawat didesain dengan fungsinya di pikiran. Ini tak pernah digunakan untuk menggambarkan bagaimana mereka dikembangkan, dan saya tidak sangat yakit apa yang dilakukan dengan apapun yang orang perlukan untuk menjaga jalur sebutan yang perlu kita tahun. Apa tujuan di sini?” kata Richard Aboulafia, analis di Teal Group. (Baca Juga: Terungkap, AS Pernah Tembakkan Rudal yang Bisa Tepat Hantam Kim Jong-un)
“Sebutan baru itu menggantikan fungsi dengan branding. Ini sepenuhnya membingungkan para pengguna dan itu telah dilakukan. Selain itu, ini ide hebat,” ujar Aboulafia. (Baca Infografis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)
Pengumuman ini awalnya memicu kebingungan di media sosial karena warganet militer AS telah menggunakan awalan nama “E” untuk mendesain pesawat yang membawa peralatan untuk perang elektronik, peringatan dini serangan udara dan misi kontrol dan komando angkatan udara, serta peralatan yang menyediakan jaringan komunikasi dan data taktis.
Pesawat itu termasuk milik Angkatan Laut AS EA-18 Growler yang dapat melancarkan serangan elektronik, jet pengintai Angkatan Udara E-8 JSTARS dan E-6 Mercury yang digunakan sebagai pos komando udara untuk melancarkan serangan rudal balistik antarbenua. (Baca Infografis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)
“Biasanya sebutan pesawat didesain dengan fungsinya di pikiran. Ini tak pernah digunakan untuk menggambarkan bagaimana mereka dikembangkan, dan saya tidak sangat yakit apa yang dilakukan dengan apapun yang orang perlukan untuk menjaga jalur sebutan yang perlu kita tahun. Apa tujuan di sini?” kata Richard Aboulafia, analis di Teal Group. (Baca Juga: Terungkap, AS Pernah Tembakkan Rudal yang Bisa Tepat Hantam Kim Jong-un)
“Sebutan baru itu menggantikan fungsi dengan branding. Ini sepenuhnya membingungkan para pengguna dan itu telah dilakukan. Selain itu, ini ide hebat,” ujar Aboulafia. (Baca Infografis: Kapal Angsa Siap Menantang Pelancong Keliling Benua)
(sya)
Lihat Juga :