Pesawat Ke-1.000 Pembawa Pasokan Militer Barat Mendarat di Israel sejak Genosida Gaza

Jum'at, 21 November 2025 - 00:01 WIB
“Pesawat ke-1.000 dalam operasi pengangkutan udara peralatan dan senjata militer komprehensif, yang dimulai segera setelah pecahnya perang, telah mendarat di Israel,” ungkap pernyataan kementerian, yang menyebut operasi tersebut “belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah Israel.

Pesawat yang membawa kiriman besar peralatan militer tersebut diterima oleh Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Amir Baram, ungkap kementerian tersebut.

“Hingga saat ini, lebih dari 120.000 ton peralatan militer, amunisi, sistem persenjataan, dan alat pelindung diri telah ditransfer ke Israel melalui 1.000 pesawat dan sekitar 150 kapal laut,” ungkap pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut tidak merinci asal muasal pengiriman tersebut. Namun, disebutkan bahwa operasi tersebut dikelola bersama oleh Direktorat Pengadaan Kementerian Pertahanan, melalui Unit Transportasi Pertahanan Internasional, misi kementerian di AS dan Berlin, Direktorat Perencanaan dan Pengembangan Kekuatan Angkatan Darat, dan Angkatan Udara Israel.

Laporan pada bulan Oktober oleh Quincy Institute for Responsible Statecraft yang berbasis di Washington menyatakan AS telah memberikan bantuan militer kepada Israel setidaknya sebesar USD21,7 miliar sejak dimulainya genosida Gaza dua tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!