Langgar Gencatan Senjata, Israel Mengebom Gaza Tewaskan 28 Orang

Kamis, 20 November 2025 - 07:04 WIB
"Kami mendengar suara ledakan dan melihat asap mengepul. Orang-orang berlarian dan sirene ambulans meraung-raung, membawa pergi para martir," ujarnya. "Lain kali rudal itu bisa saja jatuh menimpa kami."

Rencana Perdamaian Trump



Lantaran ada pembatasan media di Gaza, sulit untuk memverifikasi secara independen jumlah korban dan detail yang diberikan oleh kedua belah pihak.

Jumlah korban harian tertinggi yang tercatat sejak gencatan senjata berlaku adalah pada 29 Oktober, ketika lebih dari 100 orang tewas dalam serangan Israel, menurut data pertahanan sipil dan data yang diterima AFP dari lima rumah sakit di Gaza.

Israel telah berulang kali melancarkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai target Hamas selama gencatan senjata, yang mengakibatkan kematian lebih dari 280 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.

Gencatan senjata ini didasarkan pada kesepakatan yang ditengahi Amerika Serikat (AS) yang juga mencakup pemulangan 48 sandera terakhir yang ditawan oleh milisi Gaza ke Israel.

Meskipun semua sandera yang masih hidup telah diserahkan lebih awal dalam gencatan senjata, proses sandera tewas berjalan lebih lambat, dan jenazah tiga sandera masih berada di Gaza.

Implementasi tahap kedua dari rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump belum disepakati, terutama terkait pelucutan senjata Hamas, pembentukan otoritas transisi, dan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

Dewan Keamanan PBB pada hari Senin memberikan suara untuk resolusi rancangan AS yang mendukung rencana Trump, meskipun Hamas menolak resolusi tersebut karena dianggap gagal memenuhi "tuntutan politik dan kemanusiaan" Palestina.

Perang tersebut dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.221 orang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!