5 Alasan Israel Gunakan Organisasi Bayangan untuk Memaksa Warga Palestina Keluar dari Gaza

Selasa, 18 November 2025 - 12:50 WIB
Ia mengatakan bahwa kelompok tersebut telah mengiklankan kemampuannya untuk mengevakuasi warga Palestina keluar dari Gaza selama berbulan-bulan di media sosial.

"Tidak ada dari mereka yang curiga, karena mereka berasumsi itu hanyalah cara lain untuk meninggalkan Gaza karena Rafah ditutup," katanya.

Keluarga-keluarga membayar dengan jumlah yang bervariasi, mulai dari USD1.500 hingga USD5.000 per orang, dan diberi tahu tentang titik pertemuan di Gaza tempat perjalanan akan dimulai dengan penerbangan carteran.

"Saya benar-benar yakin Israel memangsa warga Palestina di Gaza," kata Vawda.

"Di sisi lain, mereka mengambil untung dari orang-orang yang rentan, yang menderita PTSD akibat dua tahun genosida, yang telah menyaksikan orang-orang yang mereka cintai binasa," tambahnya.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan sedang dilakukan penyelidikan untuk mengungkap bagaimana warga Palestina datang ke Afrika Selatan melalui persinggahan di Nairobi, Kenya.

Kedutaan Besar Palestina di Afrika Selatan mengatakan penerbangan itu diatur oleh "organisasi yang tidak terdaftar dan menyesatkan yang mengeksploitasi kondisi kemanusiaan tragis rakyat kami di Gaza, menipu keluarga-keluarga, mengumpulkan uang dari mereka, dan memfasilitasi perjalanan mereka secara tidak teratur dan tidak bertanggung jawab".

Meskipun gencatan senjata telah diterapkan pada bulan Oktober, pasukan Israel terus mengebom Gaza secara sporadis, dengan ratusan warga Palestina telah terbunuh selama beberapa minggu terakhir.

Lebih dari 80 persen bangunan telah hancur, membuat sebagian besar wilayah yang terkepung tidak dapat dihuni - situasi yang diperkirakan akan menjadi bencana besar dengan datangnya musim dingin. Bantuan yang datang masih lambat dan tidak memadai.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!