5 Alasan Israel Gunakan Organisasi Bayangan untuk Memaksa Warga Palestina Keluar dari Gaza

Selasa, 18 November 2025 - 12:50 WIB
Israel menggunakan organisasi bayangan untuk memaksa warga Palestina keluar dari Gaza. Foto/Press TV
GAZA - Aktivis Afrika Selatan mengatakan Israel menggunakan kelompok kemanusiaan bayangan untuk memaksa warga Palestina keluar dari Jalur Gaza yang terkepung, dalam bentuk pembersihan etnis terbaru yang terjadi sejak Oktober 2023.

Media yang mengutip sumber melaporkan pada hari Minggu bahwa sebuah pesawat yang membawa 153 warga Palestina dari wilayah Palestina yang diblokade mendarat di Bandara Internasional OR Tambo Afrika Selatan pada 13 November.



Namun, pesawat tersebut tertahan di landasan selama sekitar 12 jam, dan penumpang tidak dapat turun. Hal ini memicu kebingungan dan kemarahan terhadap otoritas setempat.

5 Alasan Israel Gunakan Organisasi Bayangan untuk Memaksa Warga Palestina Keluar dari Gaza

1. Boarding Pass Bertujuan Beragam Negara dari Indonesia hingga Malaysia

Namun, dalam beberapa jam, para aktivis dan otoritas Afrika Selatan menemukan beberapa kejanggalan dalam cara perjalanan warga Palestina yang diatur oleh sebuah kelompok bernama Al-Majd Europe.

Melansir Press TV, para aktivis lebih lanjut menemukan bahwa para pengungsi tidak memiliki dokumentasi atau dokumen apa pun untuk membantu proses mereka di negara tersebut.

Warga Palestina juga tidak memiliki stempel atau slip keluar yang biasanya dikeluarkan oleh otoritas Israel kepada orang-orang yang meninggalkan Gaza.

Yang lebih mengejutkan adalah beberapa warga Palestina mengatakan bahwa mereka memulai perjalanan tanpa sepenuhnya mengetahui ke mana mereka akan pergi.

Para aktivis mengatakan bahwa boarding pass penumpang menunjukkan berbagai tujuan, dari India hingga Malaysia dan Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!