5 Fakta Zionisme, dari Gerakan Imperialis hingga Identitas Yahudi

Selasa, 18 November 2025 - 01:10 WIB
Zionis dan pendukung Israel lainnya berpendapat bahwa keselamatan dan kelangsungan hidup orang Yahudi bergantung pada keberadaan negara Yahudi, dan tempat yang sah bagi negara tersebut adalah tanah air leluhur Yudaisme.

Sementara itu, orang Palestina dan para pendukungnya menggambarkan Zionisme sebagai gerakan imperialis atau rasis yang secara paksa menjajah tanah Arab dan menundukkan penduduk asli Palestina sebagai warga negara kelas dua.

Di luar perpecahan yang telah terjadi, perang dan kekerasan sektarian selama puluhan tahun telah menimbulkan luka emosional yang mendalam yang menjadikan setiap diskusi tentang Zionisme sebagai ladang ranjau potensial.

Baca Juga: 10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu

3. Menjaga Identitas Yahudi

Dengan berlangsungnya Pencerahan Eropa selama abad ke-17 dan ke-18, Pencerahan Yahudi (atau Haskalah) juga muncul sebagai cara untuk melestarikan identitas Yahudi.

"Haskalah... adalah gerakan yang berasal dari Jerman abad ke-18 dengan tujuan memperluas cakrawala intelektual dan sosial kaum Yahudi agar mereka dapat mengambil tempat di masyarakat Barat," tulis Rabi Louis Jacob dalam My Jewish Learning.

Pada akhirnya, Haskalah turut membentuk gerakan Zionis.

4. Terdesak oleh Gerakan Nasionalis di Eropa

Gerakan-gerakan nasionalis melanda Eropa pada awal dan pertengahan abad ke-19. Selama berabad-abad, kekaisaran dan kerajaan yang luas memaksa berbagai kelompok etnis dan budaya untuk hidup berdampingan. Namun kini, di tempat-tempat seperti Italia dan Jerman, negara-negara Eropa baru telah dibentuk di sekitar orang-orang dengan bahasa dan sejarah budaya yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!