Bus Umrah Tabrakan dengan Truk Tangki di Dekat Madinah, 42 Jemaah Dikhawatirkan Meninggal
Senin, 17 November 2025 - 12:44 WIB
Sebuah bus umrah bertabrakan dengan truk tangki diesel di dekat Madinah, Arab Saudi. Sebanyak 42 jemaah umrah dikhawatirkan meninggal. Foto/via Global Kashmir
MADINAH - Setidaknya 42 jemaah umrah dikhawatirkan meninggal setelah bus yang membawa mereka bertabrakan dengan sebuah truk tangki diesel di dekat Madinah, Senin (17/11/2025) dini hari. Banyak dari mereka yang dikhawatirkan meninggal merupakan warga negara India.
Bus tersebut sedang dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah ketika kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.30 IST di dekat Mufrihat. Sebagian besar penumpang bus tersebut berasal dari Hyderabad di Telangana, menurut laporan Khaleej Times.
Laporan lain dari Gulf News menyebutkan banyak penumpang dilaporkan sedang tidur saat kecelakaan terjadi, sehingga mereka kesulitan untuk lari menyelamatkan diri ketika bus terbakar setelah tabrakan.
Baca Juga: Umrah Mandiri Sekarang Dilegalkan
Laporan tersebut menyebutkan setidaknya 11 perempuan dan 10 anak-anak termasuk di antara para korban, meskipun pihak berwenang masih memverifikasi jumlahnya.
Pemerintah Telangana mengatakan telah menghubungi Kedutaan Besar India di Riyadh, dan Kepala Menteri Revanth Reddy telah meminta para pejabat di New Delhi untuk berkoordinasi erat dengan otoritas kedutaan.
Bus tersebut sedang dalam perjalanan dari Makkah ke Madinah ketika kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.30 IST di dekat Mufrihat. Sebagian besar penumpang bus tersebut berasal dari Hyderabad di Telangana, menurut laporan Khaleej Times.
Laporan lain dari Gulf News menyebutkan banyak penumpang dilaporkan sedang tidur saat kecelakaan terjadi, sehingga mereka kesulitan untuk lari menyelamatkan diri ketika bus terbakar setelah tabrakan.
Baca Juga: Umrah Mandiri Sekarang Dilegalkan
Laporan tersebut menyebutkan setidaknya 11 perempuan dan 10 anak-anak termasuk di antara para korban, meskipun pihak berwenang masih memverifikasi jumlahnya.
Pemerintah Telangana mengatakan telah menghubungi Kedutaan Besar India di Riyadh, dan Kepala Menteri Revanth Reddy telah meminta para pejabat di New Delhi untuk berkoordinasi erat dengan otoritas kedutaan.
Lihat Juga :