Rusia Siap Menolong Venezuela saat Kapal Induk AS Mendekat
Jum'at, 14 November 2025 - 15:00 WIB
"Dipimpin oleh Satuan Tugas Gabungan Southern Spear dan SOUTHCOM, misi ini membela tanah air kita, membasmi teroris narkotika dari belahan bumi kita, dan mengamankan tanah air kita dari narkoba yang membunuh rakyat kita. Belahan Bumi Barat adalah lingkungan Amerika—dan kita akan melindunginya," lanjut bos Pentagon tersebut.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam operasi militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga kartel narkoba di Laut Karibia.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Petro tidak berbasa-basi ketika mengkritik Presiden AS Donald Trump. "Dia barbar," kata Petro. "Dia ingin menakut-nakuti kami," ujarnya.
Dia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa kapal yang terkena serangan AS memang terkait dengan kartel narkoba. "Mungkin atau mungkin juga tidak. Kami tidak tahu," katanya.
"Menurut proses hukum, perlakuan beradab terhadap orang, mereka harus ditangkap dan ditahan," lanjut Petro.
Petro menggambarkan para korban serangan militer AS sebagai "tukang perahu miskin" yang disewa oleh kartel narkoba.
"Lalu ketika salah satu rudal itu tiba, [rudal itu] membunuh tukang perahu itu. Tidak membunuh pengedar narkoba," katanya.
Sebelumnya dia mengatakan bahwa setidaknya beberapa korban adalah nelayan biasa yang tidak terlibat dengan kejahatan terorganisir.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam operasi militer AS terhadap kapal-kapal yang diduga kartel narkoba di Laut Karibia.
Dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Petro tidak berbasa-basi ketika mengkritik Presiden AS Donald Trump. "Dia barbar," kata Petro. "Dia ingin menakut-nakuti kami," ujarnya.
Dia tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa kapal yang terkena serangan AS memang terkait dengan kartel narkoba. "Mungkin atau mungkin juga tidak. Kami tidak tahu," katanya.
"Menurut proses hukum, perlakuan beradab terhadap orang, mereka harus ditangkap dan ditahan," lanjut Petro.
Petro menggambarkan para korban serangan militer AS sebagai "tukang perahu miskin" yang disewa oleh kartel narkoba.
"Lalu ketika salah satu rudal itu tiba, [rudal itu] membunuh tukang perahu itu. Tidak membunuh pengedar narkoba," katanya.
Sebelumnya dia mengatakan bahwa setidaknya beberapa korban adalah nelayan biasa yang tidak terlibat dengan kejahatan terorganisir.
(mas)
Lihat Juga :