Turki Buka Koridor Perdagangan Darat Bersejarah ke Yordania dan Suriah, Integrasi Timur Tengah Menguat?

Senin, 10 November 2025 - 14:29 WIB
Ia juga menyoroti antusiasme yang ditimbulkan oleh proyek ini di Yordania. "Rute ini membentang dari Yordania dan Suriah ke Turki dan dari sana ke Eropa, menjadikannya koridor dua arah yang vital untuk transportasi dan perdagangan," jelasnya,dilansir Gulf News. "Kebangkitannya kembali akan berdampak positif bagi masyarakat di kawasan ini dalam waktu dekat."

Turki Buka Koridor Perdagangan Darat Bersejarah ke Yordania dan Suriah, Integrasi Timur Tengah Menguat?

1. Menghubungkan Eropa, Levant, Teluk

Koridor darat yang dibuka kembali diharapkan dapat memulihkan aktivitas komersial ke tingkat yang terlihat sebelum tahun 2011, ketika konflik Suriah memaksa penutupan dan pengalihan jalur laut yang mahal. Pada tahun 2010, puluhan ribu truk mengangkut barang setiap tahun antara Turki, Yordania, Arab Saudi, dan UEA melalui Suriah.

Para pejabat memandang inisiatif ini sebagai katalis bagi pemulihan ekonomi di wilayah-wilayah yang terdampak perang, merangsang pusat logistik dan komunitas di sepanjang rute. Pembukaan kembali koridor ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membangun kembali konektivitas regional dan memperkuat rantai pasokan yang menghubungkan Eropa dengan Timur Tengah.

Baca Juga: Buru Kapal Selam Rusia, Jerman Siagakan Pesawat Penjaga Poseidon Baru

2. Rencana untuk Menghidupkan Kembali Jalur Kereta Api Hejaz

Selain koridor jalan raya, Turki dan Yordania juga berupaya memulihkan Jalur Kereta Api Hejaz yang bersejarah, rute utama era Ottoman yang awalnya menghubungkan Damaskus ke Madinah. Bolat mengungkapkan bahwa Ankara dan Amman memiliki "keinginan yang kuat" untuk meningkatkan dan memodernisasi jalur tersebut.

“Proyek-proyek semacam itu tidak dapat dilaksanakan secara sepihak; semua negara terkait harus diyakinkan dan dilibatkan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pengaktifan kembali jalur kereta api ini akan mencakup layanan penumpang dan barang.

Ia mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman telah ditandatangani antara kedua negara yang mencakup kerja sama di bidang perdagangan, industri, pertanian, jasa, pariwisata, dan budaya. Tahap selanjutnya akan mencakup kesepakatan-kesepakatan terperinci dan kemungkinan pertemuan puncak antara Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Raja Abdullah II untuk memajukan kerja sama bilateral.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!