China Tuduh AS Lakukan Serangan Siber Besar-besaran

Senin, 20 Oktober 2025 - 13:23 WIB
Baca Juga: AS dan Ukraina Tuduh China Beri Citra Satelit untuk Bantu Serangan Rusia

Menurut MSS, gangguan pada infrastruktur penting ini dapat menyebabkan ketidakstabilan yang meluas di pasar keuangan, logistik, dan pasokan listrik.

MSS mengatakan NSA pertama kali mengeksploitasi kerentanan pada ponsel buatan luar negeri milik beberapa staf di pusat tersebut, dan mendapatkan akses ke data sensitif.

Pada April 2023, NSA diduga mulai menggunakan kata sandi curian untuk membobol sistem komputer fasilitas tersebut, sebuah operasi yang mencapai puncaknya antara Agustus tahun itu dan Juni 2024.

MSS mengeklaim bahwa para penyusup menggunakan 42 alat siber yang berbeda dalam operasi rahasia mereka, dan menggunakan server pribadi virtual yang berbasis di AS, Eropa, dan Asia untuk menutupi asal mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!