Ini Nader Sadaqa, Tahanan Yahudi Samaria Palestina yang Dibebaskan Israel
Minggu, 19 Oktober 2025 - 13:29 WIB
Sadaqa dengan cepat menorehkan namanya, menjadi salah satu tokoh perlawanan paling dicari di Tepi Barat karena merencanakan dan melaksanakan operasi militer melawan pendudukan Israel, termasuk satu operasi pada tahun 2003 di Petah Tikva yang menewaskan empat tentara Israel.
Dia kemudian diangkat menjadi komandan sayap militer di Nablus.
“Aksi militer bukanlah pilihan saya, melainkan pilihan tahap (perjuangan Palestina)—tahap di mana kami berusaha mengekspresikan diri, dan membela keyakinan, prinsip, dan hak-hak rakyat kami,” ujar Sadaqa seperti dikutip Al Jazeera.
Pada tahun 2004, setelah pengejaran selama dua tahun, pasukan Israel menangkapnya dalam sebuah operasi militer besar. Dia menjadi sasaran interogasi dan penyiksaan yang intens, yang mengakibatkan hukuman yang mengejutkan: enam hukuman seumur hidup ditambah 45 tahun, setelah dinyatakan bersalah atas 35 dakwaan.
Di penjara, pengetahuannya yang luas tentang perjuangan Palestina membuatnya dijuluki "Si Pemikir" oleh sesama tahanan.
Meskipun ada permohonan dari keluarga dan tokoh Samaria, otoritas Israel secara konsisten menolak pembebasannya dalam pertukaran tahanan sebelumnya, mencapnya "berbahaya".
Pembebasannya pada akhirnya bersyarat: namanya dimasukkan dalam daftar 154 tahanan dengan hukuman berat yang diasingkan dari Tepi Barat dan dideportasi ke Jalur Gaza.
Identitas Nader Sadaqa sebagai seorang Yahudi Samaria Palestina sangat penting untuk memahami kisahnya.
Orang Samaria adalah kelompok etnoreligius kecil, yang sering dianggap terkecil di dunia, yang sebagian besar tinggal di Gunung Gerizim di kota Nablus, Palestina, dan di Holon, Israel.
Dia kemudian diangkat menjadi komandan sayap militer di Nablus.
“Aksi militer bukanlah pilihan saya, melainkan pilihan tahap (perjuangan Palestina)—tahap di mana kami berusaha mengekspresikan diri, dan membela keyakinan, prinsip, dan hak-hak rakyat kami,” ujar Sadaqa seperti dikutip Al Jazeera.
Pada tahun 2004, setelah pengejaran selama dua tahun, pasukan Israel menangkapnya dalam sebuah operasi militer besar. Dia menjadi sasaran interogasi dan penyiksaan yang intens, yang mengakibatkan hukuman yang mengejutkan: enam hukuman seumur hidup ditambah 45 tahun, setelah dinyatakan bersalah atas 35 dakwaan.
Di penjara, pengetahuannya yang luas tentang perjuangan Palestina membuatnya dijuluki "Si Pemikir" oleh sesama tahanan.
Meskipun ada permohonan dari keluarga dan tokoh Samaria, otoritas Israel secara konsisten menolak pembebasannya dalam pertukaran tahanan sebelumnya, mencapnya "berbahaya".
Pembebasannya pada akhirnya bersyarat: namanya dimasukkan dalam daftar 154 tahanan dengan hukuman berat yang diasingkan dari Tepi Barat dan dideportasi ke Jalur Gaza.
Siapakah Orang Samaria?
Identitas Nader Sadaqa sebagai seorang Yahudi Samaria Palestina sangat penting untuk memahami kisahnya.
Orang Samaria adalah kelompok etnoreligius kecil, yang sering dianggap terkecil di dunia, yang sebagian besar tinggal di Gunung Gerizim di kota Nablus, Palestina, dan di Holon, Israel.
Lihat Juga :