Jasad-jasad Sandera Israel Berada 7 Lantai di Bawah Tanah Dekat Bom Belum Meledak

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 19:15 WIB
Hamas mengatakan jenazah-jenazah tawanan Israel yang berhasil dijangkau telah diserahkan, tetapi untuk mengevakuasi sisanya membutuhkan mesin berat dan peralatan khusus untuk menyingkirkan puing-puing — yang saat ini tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh otoritas Israel.

Gerakan tersebut menekankan keterlambatan pengembalian jenazah sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dituduhnya menghalangi penyediaan peralatan yang diperlukan.

Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian tersebut dan tekadnya menyerahkan semua jenazah yang tersisa, menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengulur-ulur waktu dan gagal memenuhi komitmennya, sekaligus menghambat upaya kemanusiaan gerakan tersebut untuk menemukan jenazah-jenazah Israel lainnya.

Israel telah mengancam akan melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza jika Hamas tidak sepenuhnya mematuhi semua ketentuan perjanjian gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 11 Oktober, khususnya terkait pengembalian jenazah-jenazah tawanan Israel yang tersisa di Gaza.

Baca juga: Tentara Israel Ungkap Hamas Memberinya Taurat dan Alat Ibadah selama Penahanannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!