Jasad-jasad Sandera Israel Berada 7 Lantai di Bawah Tanah Dekat Bom Belum Meledak

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 19:15 WIB
loading...
Jasad-jasad Sandera...
Warga Palestina, membawa barang-barang mereka sebisa mungkin, kembali ke permukiman Shujaiyya setelah perjanjian gencatan senjata berlaku, terlihat berjalan di antara bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan tentara Israel pada 16 Oktober 2025 di Kot
A A A
GAZA - Saluran berbahasa Ibrani i24 News melaporkan, mengutip sumber yang terpercaya, bahwa Hamas telah memberi tahu para mediator bahwa terdapat jenazah sandera Israel yang terletak tujuh lantai di bawah tanah, dekat dengan bom yang belum meledak. Situasi itu menunjukkan sulitnya proses evakuasi jenazah sandera Israel di wilayah yang telah hancur dibombardir Zionis.

Hamas mengatakan pengambilan jenazah-jenazah tersebut mungkin membutuhkan waktu, karena gerakan tersebut membutuhkan peralatan khusus untuk menemukannya — peralatan yang saat ini tidak tersedia karena tentara Israel mencegahnya memasuki Jalur Gaza.

Gerakan tersebut menambahkan beberapa jenazah dikubur di terowongan yang dihancurkan oleh tentara Israel, sementara yang lainnya masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang dibom dan dihancurkan pasukan Israel.

Menurut pernyataan tersebut, tentara Israel yang sama yang membunuh para tawanan tersebut bertanggung jawab atas penguburan mereka di bawah reruntuhan.

Hamas mengatakan jenazah-jenazah tawanan Israel yang berhasil dijangkau telah diserahkan, tetapi untuk mengevakuasi sisanya membutuhkan mesin berat dan peralatan khusus untuk menyingkirkan puing-puing — yang saat ini tidak diizinkan masuk ke Gaza oleh otoritas Israel.

Gerakan tersebut menekankan keterlambatan pengembalian jenazah sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dituduhnya menghalangi penyediaan peralatan yang diperlukan.

Hamas menegaskan kembali komitmennya terhadap perjanjian tersebut dan tekadnya menyerahkan semua jenazah yang tersisa, menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengulur-ulur waktu dan gagal memenuhi komitmennya, sekaligus menghambat upaya kemanusiaan gerakan tersebut untuk menemukan jenazah-jenazah Israel lainnya.

Israel telah mengancam akan melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza jika Hamas tidak sepenuhnya mematuhi semua ketentuan perjanjian gencatan senjata, yang mulai berlaku pada 11 Oktober, khususnya terkait pengembalian jenazah-jenazah tawanan Israel yang tersisa di Gaza.

Baca juga: Tentara Israel Ungkap Hamas Memberinya Taurat dan Alat Ibadah selama Penahanannya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved