Pemerintah Palestina Luncurkan Rencana Rekonstruksi Gaza 5 Tahun Senilai Rp1.111 Triliun

Jum'at, 17 Oktober 2025 - 14:26 WIB
Perdana Menteri menekankan Israel harus memenuhi kewajibannya dengan menarik diri dari Gaza, membuka perlintasan perbatasan, dan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi.

Tata Kelola Gaza



Menolak persyaratan eksternal terkait tata kelola di Gaza, Mustafa mengatakan, "Kami tidak meminta jaminan dari siapa pun" atas tata kelola Gaza.

Ia menekankan Otoritas Palestina (PA) telah memerintah Tepi Barat di bawah pendudukan Israel dan bermaksud memperluas kewenangannya atas Gaza setelah kondisi memungkinkan.

"Tidak akan ada perselisihan internal Palestina mengenai masalah ini," ujar Mustafa.

Namun, Israel menentang peran apa pun bagi Otoritas Palestina atau Hamas dalam memerintah Gaza setelah perang.

Perdana Menteri menegaskan kembali bahwa PA memandang Gaza sebagai bagian dari negara Palestina dan bekerja "siang dan malam" untuk memulihkan tata kelola atas wilayah tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!