Presiden Petro Marah usai AS Mengebom Kapal Kolombia: Skenario Perang Telah Terbuka!

Kamis, 09 Oktober 2025 - 10:50 WIB
Senator Partai Demokrat Tim Kaine, juga dalam sebuah pernyataan bulan lalu, mengatakan: "Presiden Trump tidak memiliki wewenang hukum untuk melancarkan serangan atau menggunakan kekuatan militer di Karibia atau di tempat lain di Belahan Bumi Barat. Pemerintah telah menolak memberikan informasi dasar kepada Kongres tentang berbagai serangan yang telah dilakukannya, termasuk siapa yang tewas, mengapa perlu membahayakan nyawa anggota militer, dan mengapa operasi interdiksi standar tidak dilakukan."

"Kongres tidak bisa membiarkan dirinya bersikap kaku sementara Pemerintah ini terus mengabaikan hukum. Itulah sebabnya kami mengajukan undang-undang ini untuk mewajibkan debat dan pemungutan suara mengenai apakah AS harus melakukan serangan ini tanpa persetujuan Kongres," imbuh dia.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth, baru-baru ini mengumumkan di X: "Pagi ini, atas perintah Presiden Trump, saya memerintahkan serangan kinetik yang mematikan terhadap kapal penyelundup narkotika yang berafiliasi dengan Organisasi Teroris Tertunjuk di wilayah tanggung jawab USSOUTHCOM. Empat pria teroris narkotika di atas kapal tewas dalam serangan tersebut, dan tidak ada pasukan AS yang terluka dalam operasi tersebut."

"Serangan itu dilakukan di perairan internasional di lepas pantai Venezuela saat kapal tersebut mengangkut narkotika dalam jumlah besar—bertujuan ke Amerika untuk meracuni rakyat kami. Intelijen kami, tanpa ragu, mengonfirmasi bahwa kapal ini menyelundupkan narkotika, orang-orang di dalamnya adalah teroris narkotika, dan mereka beroperasi di rute transit perdagangan narkotika yang sudah diketahui. Serangan ini akan terus berlanjut hingga serangan terhadap rakyat Amerika berakhir!!!!" imbuh Hegseth.

Senat diperkirakan akan segera memberikan suara pada RUU yang dipelopori oleh Partai Demokrat untuk mengekang kemampuan pemerintahan Trump dalam menggunakan kekuatan mematikan di Karibia tanpa persetujuan Kongres.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!