Bahas Masa Depan Gaza, Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya Berunding dengan Israel
Senin, 06 Oktober 2025 - 20:20 WIB
Pria berusia 64 tahun ini menjadi target utama upaya pembunuhan yang gagal oleh Israel bulan lalu, ketika angkatan udaranya melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Qatar.
Al-Hayya telah memimpin tim negosiasi Hamas berkali-kali sebelumnya, dan ia akan mendorong dukungan Arab dan Muslim sementara para mediator berusaha mengakhiri perang yang menghancurkan ini.
Lahir di Kota Gaza, ia adalah anggota lama politbiro Hamas serta anggota Dewan Legislatif Palestina, terpilih pada tahun 2006. Ia pernah ditahan oleh Israel dan telah lolos dari berbagai upaya pembunuhan selama bertahun-tahun.
Al-Hayya juga kehilangan banyak anggota keluarga selama perang. Baru-baru ini, putranya, Homam, tewas dalam serangan Israel di Doha, bersama dengan direktur kantor al-Hayya, Jihad Labad.
Pemimpin senior Hamas tersebut tampil pertama kali di depan publik pada hari Sabtu, dengan kelompok Palestina tersebut merilis sebuah video di mana ia berkata: "Apa yang saya saksikan setiap hari, pembunuhan dan kehancuran di Gaza, membuat saya melupakan rasa sakit kehilangan anak-anak dan orang-orang terkasih saya."
Al-Hayya telah memimpin tim negosiasi Hamas berkali-kali sebelumnya, dan ia akan mendorong dukungan Arab dan Muslim sementara para mediator berusaha mengakhiri perang yang menghancurkan ini.
Lahir di Kota Gaza, ia adalah anggota lama politbiro Hamas serta anggota Dewan Legislatif Palestina, terpilih pada tahun 2006. Ia pernah ditahan oleh Israel dan telah lolos dari berbagai upaya pembunuhan selama bertahun-tahun.
Al-Hayya juga kehilangan banyak anggota keluarga selama perang. Baru-baru ini, putranya, Homam, tewas dalam serangan Israel di Doha, bersama dengan direktur kantor al-Hayya, Jihad Labad.
Pemimpin senior Hamas tersebut tampil pertama kali di depan publik pada hari Sabtu, dengan kelompok Palestina tersebut merilis sebuah video di mana ia berkata: "Apa yang saya saksikan setiap hari, pembunuhan dan kehancuran di Gaza, membuat saya melupakan rasa sakit kehilangan anak-anak dan orang-orang terkasih saya."
(ahm)
Lihat Juga :