Bahas Masa Depan Gaza, Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya Berunding dengan Israel

Senin, 06 Oktober 2025 - 20:20 WIB
loading...
Bahas Masa Depan Gaza,...
Khalil al-Hayya bahas masa depan Gaza dengan Israel. Foto/X/@qatar_fr
A A A
GAZA - Negosiator utama Hamas , Khalil al-Hayya, tiba di Mesir sebagai kepala delegasi. Dia akan terlibat dalam perundingan tidak langsung dengan Israel untuk pertukaran sandera dan gencatan senjata di Gaza.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada hari Senin di kota resor Sharm al-Sheikh, Mesir, akan menjadi pertemuan pertama al-Hayya sejak Israel menargetkan dirinya dan para pemimpin Hamas lainnya dalam serangan di Doha bulan lalu.

Ia memecah kebisuannya pada hari Minggu dengan penampilan pra-rekaman di TV yang disiarkan di Qatar, yang telah memediasi putaran-putaran perundingan berturut-turut bersama Mesir dan Amerika Serikat.

Gerakan Palestina tersebut mengatakan delegasi yang dipimpin oleh al-Hayya tiba di Mesir "untuk memulai negosiasi mengenai mekanisme gencatan senjata, penarikan pasukan pendudukan, dan pertukaran tahanan."

Baik Hamas maupun Israel telah menanggapi secara positif peta jalan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri pertempuran dan pembebasan tawanan di Gaza dengan imbalan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, meskipun detailnya masih harus diselesaikan.

Delegasi Israel akan berangkat ke Sharm El-Sheikh pada hari Senin, menurut kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Melansir Al Arabiya, Trump telah mengirim dua utusan untuk membantu menyelesaikan kesepakatan tersebut: utusan khususnya Steve Witkoff, dan menantunya Jared Kushner.

Baca Juga: Baru Hampir 1 Bulan Menjabat, PM Prancis Sébastien Lecornu Mundur

Al-Hayya tidak menyinggung perundingan atau kemungkinan gencatan senjata dalam pidatonya hari Minggu, di mana ia berduka atas putranya dan lima orang lainnya yang tewas dalam serangan Doha.

Para pejabat tinggi Hamas diyakini selamat dari serangan terarah di Doha, yang menewaskan enam orang dan memicu gelombang kritik, serta teguran dari Presiden AS Donald Trump dan permintaan maaf kepada Qatar dari Netanyahu.

Siapa Khalil al-Hayya?

Melansir Al Jazeera, Khalil al-Hayya, anggota Hamas paling senior yang masih hidup di luar Gaza, akan memimpin delegasi kelompok tersebut dalam negosiasi tidak langsung di Mesir.

Pria berusia 64 tahun ini menjadi target utama upaya pembunuhan yang gagal oleh Israel bulan lalu, ketika angkatan udaranya melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Qatar.

Al-Hayya telah memimpin tim negosiasi Hamas berkali-kali sebelumnya, dan ia akan mendorong dukungan Arab dan Muslim sementara para mediator berusaha mengakhiri perang yang menghancurkan ini.

Lahir di Kota Gaza, ia adalah anggota lama politbiro Hamas serta anggota Dewan Legislatif Palestina, terpilih pada tahun 2006. Ia pernah ditahan oleh Israel dan telah lolos dari berbagai upaya pembunuhan selama bertahun-tahun.

Al-Hayya juga kehilangan banyak anggota keluarga selama perang. Baru-baru ini, putranya, Homam, tewas dalam serangan Israel di Doha, bersama dengan direktur kantor al-Hayya, Jihad Labad.

Pemimpin senior Hamas tersebut tampil pertama kali di depan publik pada hari Sabtu, dengan kelompok Palestina tersebut merilis sebuah video di mana ia berkata: "Apa yang saya saksikan setiap hari, pembunuhan dan kehancuran di Gaza, membuat saya melupakan rasa sakit kehilangan anak-anak dan orang-orang terkasih saya."

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
10 Petinju dengan Pendapatan...
10 Petinju dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved