Kolombia Usir Seluruh Diplomat Israel karena Zionis Cegat Armada Bantuan Gaza

Kamis, 02 Oktober 2025 - 07:26 WIB
Petro telah menjadi suara yang konsisten di panggung internasional yang menentang perang Israel di Gaza. Pada Mei lalu, dia mengatakan Kolombia akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.

Kolombia juga merupakan salah satu negara terkemuka yang mengorganisir Grup Den Haag—sebuah konsorsium internasional negara-negara yang menyerukan diakhirinya perang Israel.

Pekan lalu, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Petro berbicara menentang Israel. Kemudian, dia menyampaikan dua pidato di New York, di mana dia menyerukan pembentukan tentara internasional untuk menentang pendudukan Israel atas wilayah Palestina.

Menanggapi komentar Petro di New York, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan akan mencabut visanya.

Sekadar diketahui, kapal perang Angkatan Laut Israel telah mencegat Global Sumud Flotilla pada hari Rabu. Sejumlah aktivis yang berada di dalam kapal bantuan tersebut, termasuk Greta Thunberg, kembali ditangkap pasukan Zionis.

Pencegatan terhadap Global Sumud Flotilla ini mengakhiri upaya terbarunya untuk mematahkan blokade Israel atas wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut.

Armada bantuan Gaza mengaku telah ditindak keras militer Israel. Kementerian Luar Negeri Israel juga mengonfirmasi operasi militer itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!