NATO Latih Ajak Perusahaan Teknologi Militer Terjun Langsung ke Medan Perang

Senin, 29 September 2025 - 18:25 WIB
“Jadi, yang kita saksikan di REPMUS adalah perubahan paradigma ini dengan peperangan baru yang dibuat sangat lincah dan sangat cepat,” tambahnya.

3. Drone Kamikaze Bersayap Empat

Sementara itu, RhineMetall Jerman memamerkan sistem HERO-nya, sebuah drone kamikaze bersayap empat.

"Kami dapat meluncurkan dari jarak 60 kilometer dan berada jauh dari target, tanpa membahayakan prajurit yang mengendalikan drone," ujar Matt McCarthy, manajer kesuksesan pelanggan di UVision, mitra Rhinemetal, kepada Euronews Next.

"Penting untuk menguji teknologi ini guna menunjukkan kemampuan dan fleksibilitas kami agar dapat digunakan di platform apa pun. Kami telah meluncurkan dari darat, udara, dan laut, serta berhasil melakukan serangan dan sebagainya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa REPMUS penting bagi perusahaan karena menunjukkan "kepada pasukan di luar sana bahwa teknologi ini efektif dan akan membantu mereka kapan pun dibutuhkan".

4. Drone Berbentuk Balon Udara

Sementara itu, perusahaan Finlandia, Kelluu, telah mengembangkan sesuatu yang tampak seperti balon udara tetapi beroperasi sebagai drone dan satelit.

Ini adalah pesawat udara bertenaga dan berisi hidrogen, dengan panjang sekitar 12 meter, yang dapat mengumpulkan data untuk melindungi infrastruktur penting.

“Perusahaan kami berjarak sekitar 100 kilometer dari perbatasan Rusia. Kami sering mengalami gangguan GPS,” ujar Alex Salpani, kepala operasi di Kelluu, kepada Euronews Next.

Ia mengatakan hal itulah yang mendorong perusahaan untuk mengembangkan teknologinya agar tangguh di lingkungan yang padat dan juga di Arktik.

Untuk mengatasi gangguan, ia mengatakan perusahaan menggunakan “berbagai teknologi berbeda,” tetapi ia menolak menyebutkan teknologi apa saja.

“Kami telah mencoba berbagai teknologi dan menemukan beberapa solusi,” ujarnya.

Pengujian teknologi-teknologi ini di REPMUS “penting karena dunia berada dalam situasi dengan berbagai ancaman dan yang menyebabkan masalah bagi masyarakat bebas kita,” ujar Luis Brito, analis media di Komando Maritim Sekutu NATO, kepada Euronews Next.

“Kita perlu memanfaatkan kemajuan yang dibawa oleh inovasi teknologi dan bergerak menuju momen mutakhir, karena ada banyak sistem baru, tetapi sistem baru ini selalu menghadirkan situasi dan tantangan baru,” tambahnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!