Gereja AS Ditembaki dan Dibakar, Trump Sebut Umat Kristen Jadi Target
Senin, 29 September 2025 - 07:06 WIB
Direktur FBI Kash Patel telah mengonfirmasi bahwa agensinya berada di lokasi kejadian.
"Agen FBI berada di lokasi kejadian untuk membantu pihak berwenang setempat," tulisnya di X.
"Kekerasan di tempat ibadah adalah tindakan pengecut dan kriminal. Doa kami menyertai para korban dan keluarga mereka dalam tragedi mengerikan ini," imbuh dia.
Presiden AS Donald Trump mengecam penembakan mengerikan tersebut. Dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah insiden tersebut, Trump mengatakan serangan itu merupakan bagian dari epidemi kekerasan di AS.
"Tersangka sudah tewas, tetapi masih banyak yang harus dipelajari. Ini tampaknya merupakan serangan lainnya yang ditargetkan terhadap umat Kristen di Amerika Serikat," tulisnya.
"Epidemi kekerasan di negara kita harus diakhiri, segera!".
Insiden itu terjadi di Gereja Latter Day Saints yang ramai di kota Grand Blanc, kurang dari setengah jam setelah kebaktian dimulai.
"Agen FBI berada di lokasi kejadian untuk membantu pihak berwenang setempat," tulisnya di X.
"Kekerasan di tempat ibadah adalah tindakan pengecut dan kriminal. Doa kami menyertai para korban dan keluarga mereka dalam tragedi mengerikan ini," imbuh dia.
Presiden AS Donald Trump mengecam penembakan mengerikan tersebut. Dalam sebuah unggahan di Truth Social setelah insiden tersebut, Trump mengatakan serangan itu merupakan bagian dari epidemi kekerasan di AS.
"Tersangka sudah tewas, tetapi masih banyak yang harus dipelajari. Ini tampaknya merupakan serangan lainnya yang ditargetkan terhadap umat Kristen di Amerika Serikat," tulisnya.
"Epidemi kekerasan di negara kita harus diakhiri, segera!".
Insiden itu terjadi di Gereja Latter Day Saints yang ramai di kota Grand Blanc, kurang dari setengah jam setelah kebaktian dimulai.
Lihat Juga :