Rakyat Selandia Baru Marah Besar ketika Pemerintahannya Tak Akui Negara Palestina
Minggu, 28 September 2025 - 14:38 WIB
“Saya tahu banyak warga Selandia Baru yang sangat marah dengan tindakan pemerintah Christopher Luxon di panggung dunia, menolak mengakui negara Palestina atau melakukan hal yang benar dengan memberikan sanksi kepada Israel,” ujarnya dalam sebuah pernyataan video melalui platform media sosial AS, Facebook.
Swarbrick juga mengkritik Selandia Baru karena mengakui Israel dan mengatakan Israel telah membunuh puluhan ribu orang tak berdosa, termasuk jurnalis.
“Anda tidak bisa berpura-pura sedang mengupayakan solusi dua negara sementara hanya mengakui salah satu dari dua negara tersebut, yaitu negara yang secara aktif melakukan genosida,” ujarnya.
Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Serangan udara dan darat selama berbulan-bulan telah membuat Gaza sebagian besar tidak dapat dihuni, mendorong penduduknya ke dalam pengungsian, kelaparan, dan penyakit.
Swarbrick juga mengkritik Selandia Baru karena mengakui Israel dan mengatakan Israel telah membunuh puluhan ribu orang tak berdosa, termasuk jurnalis.
“Anda tidak bisa berpura-pura sedang mengupayakan solusi dua negara sementara hanya mengakui salah satu dari dua negara tersebut, yaitu negara yang secara aktif melakukan genosida,” ujarnya.
Tentara Israel telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023. Serangan udara dan darat selama berbulan-bulan telah membuat Gaza sebagian besar tidak dapat dihuni, mendorong penduduknya ke dalam pengungsian, kelaparan, dan penyakit.
(ahm)
Lihat Juga :