Dominasi AS dan Prancis Melemah, Kini Giliran China Terus Mencengkeram Afrika

Minggu, 28 September 2025 - 17:25 WIB
Aktivitas budaya China dan penambangan litium serta kobaltnya di Afrika pada akhirnya merupakan dua sisi mata uang yang sama, ujarnya.

Faktanya, Institut Konfusius telah berulang kali dikritik karena tidak berusaha menyembunyikan aspirasinya untuk membantu pemerintah China memperkuat pengaruh ekonomi dan politiknya di seluruh Afrika:

Dibandingkan dengan lembaga-lembaga negara lain untuk promosi bahasa dan budaya, Institut Konfusius China menonjol karena cabang-cabangnya seringkali berlokasi di universitas dan lembaga pendidikan tinggi lainnya.

4. China Bukan Raksasa yang Tidur

Jumlah Institut Konfusius di Afrika terus berkembang pesat — dan, seiring dengan itu, kekuatan lunak China: Dengan 10 institut, Afrika Selatan kini dianggap sebagai pusat utama pembelajaran bahasa Mandarin di benua Afrika.

Sekolah bahasa swasta Afrika Selatan, yang sebelumnya menarik minat warga Amerika Selatan dan Asia dengan biaya kelas bahasa Inggris yang terjangkau, kini beralih ke bahasa Mandarin, seringkali memanfaatkan keterampilan orang-orang yang sebelumnya menempuh pendidikan di Institut Konfusius.

Banyak sekolah swasta dan bahkan beberapa sekolah negeri di Afrika Selatan kini menawarkan bahasa Mandarin sebagai bahasa asing.

Bahkan kerajaan pegunungan Lesotho yang terkurung daratan dengan populasi kurang dari 2,4 juta jiwa, yang seluruhnya berada di Afrika Selatan, memiliki dua Institut Konfusius.

China juga berinvestasi lebih banyak di teater, museum, pameran, industri film, dan perusahaan media lainnya di Afrika, serta perpustakaan di beberapa wilayah benua tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!