Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah

Senin, 22 September 2025 - 06:58 WIB
"Saya memiliki pesan yang jelas kepada para pemimpin yang mengakui Negara Palestina setelah pembantaian mengerikan 7 Oktober: Anda memberi imbalan kepada teror dengan hadiah yang sangat besar. Dan saya punya pesan lain untuk Anda: Itu tidak akan terjadi. Tidak akan ada Negara Palestina di sebelah barat Sungai Yordan," imbuh dia.

Sedangkan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, menyebut langkah Kanada, Inggris, dan Australia sebagai tipuan dan kontraproduktif.

Pada awal September, Majelis Umum PBB dengan suara mayoritas mendukung sebuah resolusi yang menyerukan solusi dua negara antara Israel dan Palestina. Dalam menentang langkah tersebut, Washington dan Tel Aviv hanya bergabung dengan delapan negara lain, termasuk negara-negara kepulauan Pasifik yang terpencil seperti Palau, Tonga, Mikronesia, dan Nauru.

Dalam keputusan-keputusan sebelumnya, PBB membatasi diri untuk mengutuk serangan Hamas terhadap Israel, di mana para militan menewaskan sekitar 1.200 warga Israel dan membawa lebih dari 250 sandera kembali ke Gaza.

Pengepungan dan serangan brutal Israel di Gaza selanjutnya telah menewaskan hampir 65.000 warga Palestina sejauh ini, menurut otoritas kesehatan setempat. Perang tersebut juga menciptakan situasi kemanusiaan yang menghancurkan di daerah kantong Palestina itu, yang menyebabkan meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel untuk mengakhiri perangnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!