Inggris, Kanada, dan Australia Resmi Akui Negara Palestina dalam Langkah Bersejarah
Senin, 22 September 2025 - 06:58 WIB
“Pengakuan Australia atas Palestina hari ini, bersama Kanada dan Inggris, merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun momentum baru bagi solusi dua negara, dimulai dengan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan para sandera yang disandera dalam kekejaman 7 Oktober 2023,” ujar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong dalam pernyataan bersama.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara.
“Saya menyatakan dengan jelas, sebagai perdana menteri negara besar ini, bahwa Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial, yang dikutip Reuters, Senin (22/9/2025).
Israel merespons sinis langkah ketiga negara tersebut, dengan beberapa menteri menganggapnya tidak relevan dan tidak mengubah realitas di lapangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Inggris, Kanada, dan Australia "memberikan imbalan kepada teror" setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Dia juga mengatakan bahwa tidak akan ada Negara Palestina. "Tidak akan ada negara Palestina. Tanggapan terhadap upaya terbaru untuk memaksakan negara teror di jantung tanah kami akan diberikan setelah saya kembali dari Amerika Serikat," ujarnya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa keputusan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi dua negara.
“Saya menyatakan dengan jelas, sebagai perdana menteri negara besar ini, bahwa Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” katanya dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosial, yang dikutip Reuters, Senin (22/9/2025).
Israel merespons sinis langkah ketiga negara tersebut, dengan beberapa menteri menganggapnya tidak relevan dan tidak mengubah realitas di lapangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Inggris, Kanada, dan Australia "memberikan imbalan kepada teror" setelah serangan Hamas pada 7 Oktober.
Dia juga mengatakan bahwa tidak akan ada Negara Palestina. "Tidak akan ada negara Palestina. Tanggapan terhadap upaya terbaru untuk memaksakan negara teror di jantung tanah kami akan diberikan setelah saya kembali dari Amerika Serikat," ujarnya.
Lihat Juga :