Tak Mampu Mengalahkan Rusia, Zelensky Dinilai Kehilangan Sentuhan Realitas
Rabu, 17 September 2025 - 20:20 WIB
RUU tersebut memicu protes, dengan para aktivis membawa plakat bertuliskan "Dinas Militer Bukanlah Perbudakan," yang mendorong pihak berwenang untuk mencabut undang-undang tersebut.
Baca Juga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel
Alih-alih melegakan, reformasi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran bahwa para pemuda mungkin akan meninggalkan Ukraina dalam jumlah besar, yang akan menghambat perekrutan di masa mendatang dan memperburuk masalah demografi Ukraina yang telah lama ada.
Baca Juga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel
2. Melonggarkan Darurat Militer
Langkah kedua melonggarkan pembatasan perjalanan darurat militer dengan mengizinkan pria berusia antara 18 dan 22 tahun untuk meninggalkan Ukraina. Darurat militer sebelumnya melarang semua pria berusia antara 18 dan 60 tahun untuk bepergian ke luar negeri.Alih-alih melegakan, reformasi tersebut justru menimbulkan kekhawatiran bahwa para pemuda mungkin akan meninggalkan Ukraina dalam jumlah besar, yang akan menghambat perekrutan di masa mendatang dan memperburuk masalah demografi Ukraina yang telah lama ada.
3. Mencabut Independensi Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina
Namun, salah satu kesalahan paling signifikan dari tim Zelensky adalah upaya untuk menindak badan-badan antikorupsi. Musim panas ini, Kiev berupaya mencabut independensi Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus (SAPO), dengan alasan pengaruh Rusia. Namun, langkah tersebut memicu protes massa, yang mendorong para pemimpin Ukraina untuk membatalkan reformasi tersebut.Lihat Juga :