Cerita Demonstran Gen-Z Nepal Bangga Gulingkan Pemerintah Korup meski Ditembak

Senin, 15 September 2025 - 19:16 WIB
Kerusuhan ini merupakan yang terburuk di negara itu sejak berakhirnya perang saudara yang berlangsung satu dekade dan penghapusan monarki pada tahun 2008.

Pada Jumat lalu, mantan kepala hakim Sushila Karki (73) dilantik sebagai perdana menteri sementara, yang bertugas membawa Nepal ke pemilihan umum dalam waktu enam bulan.

Berlumuran Darah



Seorang perawat bernama Usha Khanal (36) mengatakan sarung tangannya berlumuran darah saat merawat para korban luka, sementara gas air mata yang ditembakkan di dekatnya merembes ke dalam rumah sakit.

Rumah Sakit Layanan Sipil menerima 458 pengunjuk rasa yang terluka; enam orang kemudian meninggal, empat di antaranya berusia di bawah 30 tahun—sebuah pengingat nyata akan sifat gerakan yang dipimpin oleh anak-anak muda.

Rawal, dengan kaki yang diperban tebal dan pecahan peluru bersarang di lengan dan perutnya, mengatakan dia akan melakukannya lagi.

"Jika tidak ada perubahan, kami masih punya waktu untuk berjuang...Kami menginginkan pemerintahan yang transparan, tanpa korupsi, dan tanpa kediktatoran," ujarnya.

Satu dari lima warga Nepal berusia 15–24 tahun menganggur, menurut data Bank Dunia, dengan PDB per kapita hanya USD1.447 di negara Himalaya berpenduduk 30 juta jiwa itu.

Sepupu Rawal, Puja Kunwar yang berusia 20 tahun, tetap mendampinginya.

"Tindakannya untuk bangsa kita," katanya. "Itu benar-benar memberi saya keberanian."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!