3 Alasan Mossad Tolak Perintah Membunuh Pemimpin Hamas di Qatar
Senin, 15 September 2025 - 07:11 WIB
Kepala Pasukan Pertahanan Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, juga menentang waktu serangan tersebut, sementara Menteri Urusan Strategis Ron Dermer dan Menteri Pertahanan Israel Katz mendukung Netanyahu. Nitzan Alon, seorang perwira senior IDF yang bertanggung jawab atas negosiasi penyanderaan, tidak diundang ke rapat perencanaan untuk menghindari pertentangan.
BacaJuga: AS Gelontorkan Dana Rp14,7 Triliun untuk Picu Demo Gen Z di Nepal
Qatar mengecam serangan itu sebagai "terorisme negara" dan pengkhianatan terhadap proses mediasi.
Israel membela serangan itu sebagai respons terhadap kesempatan langka ketika para pemimpin Hamas berkumpul di satu lokasi, dan terhadap serangan Hamas baru-baru ini di Yerusalem yang menewaskan empat tentara di Gaza.
Melansir NDTV, Netanyahu membela tindakan Israel, dengan membandingkannya dengan respons AS terhadap serangan 11 September oleh kelompok teroris Al Qaeda. "Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang melindungi teroris, usir mereka atau bawa mereka ke pengadilan. Karena jika tidak, kami yang akan melakukannya," katanya.
Ia menyebut serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober sebagai "momen 9/11" dan menuduh Doha menyediakan tempat berlindung yang aman bagi para teroris.
BacaJuga: AS Gelontorkan Dana Rp14,7 Triliun untuk Picu Demo Gen Z di Nepal
2. Mossad Menarget Pemimpin Hamas dalam Jangka Panjang
Kekhawatiran Mossad membentuk kapan dan bagaimana serangan itu dilakukan. "Kita bisa menangkap mereka dalam satu, dua, atau empat tahun dari sekarang, dan Mossad tahu bagaimana melakukannya," kata seorang Israel. "Mengapa melakukannya sekarang?"Qatar mengecam serangan itu sebagai "terorisme negara" dan pengkhianatan terhadap proses mediasi.
Israel membela serangan itu sebagai respons terhadap kesempatan langka ketika para pemimpin Hamas berkumpul di satu lokasi, dan terhadap serangan Hamas baru-baru ini di Yerusalem yang menewaskan empat tentara di Gaza.
Melansir NDTV, Netanyahu membela tindakan Israel, dengan membandingkannya dengan respons AS terhadap serangan 11 September oleh kelompok teroris Al Qaeda. "Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang melindungi teroris, usir mereka atau bawa mereka ke pengadilan. Karena jika tidak, kami yang akan melakukannya," katanya.
Ia menyebut serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober sebagai "momen 9/11" dan menuduh Doha menyediakan tempat berlindung yang aman bagi para teroris.
Lihat Juga :