Pesawat Siluman B-2 AS Jatuhkan Bom Anti-Kapal di Depan Pintu Rusia

Jum'at, 12 September 2025 - 07:15 WIB
Angkatan Udara AS mengumumkan pada Selasa lalu bahwa pesawat pengebom B-2—yang berpartisipasi dalam serangan udara skala besar terhadap fasilitas nuklir Iran pada bulan Juni—melakukan skenario serangan jarak jauh menggunakan senjata maritim QUICKSINK untuk mengalahkan kapal permukaan musuh.

Pulau Andoya terletak sekitar 366 mil di sebelah barat perbatasan darat Norwegia-Rusia.

Sebelum pesawat pengebom tersebut berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, para penerbang mempersiapkan dua jenis senjata QUICKSINK: bom GBU-38 seberat 500 pon dan bom GBU-31 seberat 2.000 pon, keduanya merupakan bagian dari keluarga Joint Direct Attack Munition (JDAM).

Dengan dilengkapi pencari baru, JDAM yang dimodifikasi dapat melakukan serangan presisi terhadap target maritim statis dan bergerak, memberikan apa yang digambarkan oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Udara AS sebagai "kemampuan mengalahkan kapal permukaan berbiaya rendah yang dikirimkan melalui udara."

"QUICKSINK adalah jawaban atas kebutuhan untuk segera menetralisir ancaman maritim yang mengancam di wilayah yang luas di seluruh dunia," kata laboratorium tersebut, yang dilansir Newsweek, Jumat (12/9/2025).

Foto-foto yang dirilis oleh militer Norwegia—yang ikut mengerahkan empat jet tempur siluman F-35 dan sebuah pesawat patroli maritim P-8 untuk uji coba tersebut—menunjukkan pesawat pengebom AS menjatuhkan sebuah bom tunggal, yang diidentifikasi oleh media pertahanan The War Zone sebagai varian GBU-31.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!