Venezuela Waswas Diinvasi 7 Kapal Perang AS, Maduro Siap Deklarasikan Republik Bersenjata

Selasa, 02 September 2025 - 07:01 WIB
Maduro, yang dilantik untuk masa jabatan enam tahun ketiga pada bulan Januari, menambahkan bahwa pemerintahnya memelihara dua jalur komunikasi dengan pemerintahan Trump, satu dengan Departemen Luar Negeri dan satu lagi dengan utusan Trump untuk misi khusus, Richard Grenell.

Dia menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai "panglima perang" yang mendorong tindakan di Karibia untuk menggulingkan pemerintah Venezuela.

Sejak pemilihan presiden Juli 2024, oposisi politik Venezuela telah mendesak AS dan negara-negara lain untuk menekan Maduro agar lengser.

Pemimpin oposisi, María Corina Machado, bulan lalu berterima kasih kepada Trump dan Rubio atas pengerahan kapal-kapal perang AS, dan menyebut langkah tersebut sebagai "pendekatan yang tepat" terhadap pemerintah Venezuela, yang dia sebut sebagai "usaha kriminal".

Namun, pada hari Senin, Maduro memperingatkan bahwa tindakan militer AS terhadap Venezuela akan menodai tangan Trump dengan darah.

"Presiden Donald Trump, upaya untuk mengubah rezim telah habis; kebijakan ini telah gagal di seluruh dunia," kata Maduro. "Anda tidak bisa berpura-pura memaksakan situasi di Venezuela," imbuh dia, yang dikutip dari NDTV, Selasa (2/9/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!