Terungkap, 'Tim Pemenggal Kepala' Israel Targetkan Para Pemimpin Iran via Ponsel Pengawal Mereka
Senin, 01 September 2025 - 14:57 WIB
Mereka tiba dengan mobil terpisah, dan tidak ada yang membawa ponsel karena diketahui Israel dapat melacak mereka. Namun, Israel mengetahui pertemuan tersebut dengan meretas ponsel para pengawal yang menemani mereka, menurut laporan tersebut.
Para pejabat tersebut berhasil selamat dari serangan presisi. Meskipun beberapa pengawal yang menunggu di luar tewas, tetapi kelalaian keamanan yang nyata mengirimkan gelombang kejut ke komando intelijen Iran.
"Infiltrasi telah mencapai eselon tertinggi dalam pengambilan keputusan kami," kata Mostafa Hashemi Taba, mantan wakil presiden dan menteri Iran, saat menyampaikan peringatan pada akhir Juni lalu.
Para pejabat Iran mengakui bahwa kegagalan keamanan tersebut hanyalah salah satu bagian dari upaya jangka panjang Israel untuk menembus lingkaran paling dijaga ketat di Teheran.
Menurut laporan tersebut, upaya Israel untuk melenyapkan pejabat tinggi militer Iran dijuluki "Operation Red Wedding", merujuk pada episode berdarah Game of Thrones.
Laporan The New York Times juga merinci bagaimana peluang itu muncul sebagian karena ketakutan Iran sendiri atas pembunuhan yang dilakukan Israel.
Beberapa bulan sebelum perang, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memerintahkan peningkatan langkah-langkah keamanan termasuk penempatan personel keamanan yang besar bagi para pejabat tinggi.
Para pejabat tersebut berhasil selamat dari serangan presisi. Meskipun beberapa pengawal yang menunggu di luar tewas, tetapi kelalaian keamanan yang nyata mengirimkan gelombang kejut ke komando intelijen Iran.
"Infiltrasi telah mencapai eselon tertinggi dalam pengambilan keputusan kami," kata Mostafa Hashemi Taba, mantan wakil presiden dan menteri Iran, saat menyampaikan peringatan pada akhir Juni lalu.
Para pejabat Iran mengakui bahwa kegagalan keamanan tersebut hanyalah salah satu bagian dari upaya jangka panjang Israel untuk menembus lingkaran paling dijaga ketat di Teheran.
Menurut laporan tersebut, upaya Israel untuk melenyapkan pejabat tinggi militer Iran dijuluki "Operation Red Wedding", merujuk pada episode berdarah Game of Thrones.
Laporan The New York Times juga merinci bagaimana peluang itu muncul sebagian karena ketakutan Iran sendiri atas pembunuhan yang dilakukan Israel.
Beberapa bulan sebelum perang, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah memerintahkan peningkatan langkah-langkah keamanan termasuk penempatan personel keamanan yang besar bagi para pejabat tinggi.
Lihat Juga :