Viral! Politisi AS Bakar Al-Qur'an, Sesumbar Ingin Akhiri Islam di Texas
Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:31 WIB
Gomez juga menuai kritik atas aksi provokatif lainnya. Pada Desember 2024, dia merilis video kampanye yang menampilkan eksekusi tiruan seorang imigran berkerudung sambil menyerukan "eksekusi publik" terhadap migran tak berdokumen. Platform media sosial membatasi rekaman tersebut karena konten kekerasan.
Awal tahun ini, dia merekam dirinya sendiri membakar literatur LGBTQ+ dan melontarkan pernyataan bermusuhan tentang komunitas transgender.
Video pembakaran Al-Qur'an Gomez muncul di saat Islamofobia sedang meningkat di banyak belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Kelompok advokasi Muslim mengatakan ujaran kebencian dan insiden anti-Muslim telah meningkat, terutama di kalangan tokoh politik sayap kanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa politisi dan kandidat Partai Republik telah menggunakan retorika anti-Muslim untuk menarik basis pemilih tertentu. Hal ini semakin memperdalam perpecahan di Amerika Serikat.
Insiden ini juga menggemakan kontroversi serupa di Eropa. Di Swedia, beberapa aktivis sayap kanan melakukan pembakaran Al-Qur'an di luar masjid pada tahun 2023 dan 2024, yang memicu protes di berbagai negara mayoritas Muslim. Pemerintah Swedia mengutuk tindakan tersebut tetapi membelanya karena dilindungi oleh undang-undang kebebasan berbicara.
Banyak Muslim, baik di AS maupun di luar negeri, memandang tindakan tersebut bukan sebagai kebebasan berekspresi, melainkan sebagai serangan yang disengaja terhadap keyakinan dan identitas mereka. Kelompok advokasi menekankan bahwa melindungi kebebasan beragama berarti memastikan tidak ada komunitas yang menjadi sasaran kebencian.
Awal tahun ini, dia merekam dirinya sendiri membakar literatur LGBTQ+ dan melontarkan pernyataan bermusuhan tentang komunitas transgender.
Video pembakaran Al-Qur'an Gomez muncul di saat Islamofobia sedang meningkat di banyak belahan dunia, termasuk Amerika Serikat. Kelompok advokasi Muslim mengatakan ujaran kebencian dan insiden anti-Muslim telah meningkat, terutama di kalangan tokoh politik sayap kanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa politisi dan kandidat Partai Republik telah menggunakan retorika anti-Muslim untuk menarik basis pemilih tertentu. Hal ini semakin memperdalam perpecahan di Amerika Serikat.
Insiden ini juga menggemakan kontroversi serupa di Eropa. Di Swedia, beberapa aktivis sayap kanan melakukan pembakaran Al-Qur'an di luar masjid pada tahun 2023 dan 2024, yang memicu protes di berbagai negara mayoritas Muslim. Pemerintah Swedia mengutuk tindakan tersebut tetapi membelanya karena dilindungi oleh undang-undang kebebasan berbicara.
Banyak Muslim, baik di AS maupun di luar negeri, memandang tindakan tersebut bukan sebagai kebebasan berekspresi, melainkan sebagai serangan yang disengaja terhadap keyakinan dan identitas mereka. Kelompok advokasi menekankan bahwa melindungi kebebasan beragama berarti memastikan tidak ada komunitas yang menjadi sasaran kebencian.
(mas)
Lihat Juga :