China Tolak Ajakan AS Kurangi Senjata Nuklir, Anggap Tak Masuk Akal
Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:02 WIB
Gou menekankan bahwa Beijing mengikuti kebijakan "bukan pengguna pertama senjata nuklir" yang ketat dan menjaga persediaan senjatanya pada tingkat minimum yang diperlukan untuk keamanan nasional.
"China tidak pernah terlibat dalam perlombaan senjata dengan siapa pun," ujarnya."Tidak masuk akal maupun realistis untuk meminta China bergabung," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (28/8/2025).
Trump pada hari Senin mengungkapkan bahwa dia telah membahas pengurangan senjata nuklir dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan mereka di Alaska.
"Kita sedang membahas pembatasan senjata nuklir, kita akan melibatkan China. Kita punya paling banyak, Rusia kedua terbanyak, dan China ketiga. Tapi China jauh tertinggal, tetapi mereka akan menyusul kita dalam lima tahun," ujarnya.
Moskow belum mengomentari pernyataan Trump.
Klaim Trump perihal jumlah senjata nuklir terbanyak di dunia berbeda dengan data lembaga independen internasional. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rusia menyimpan sekitar 2.591 hulu ledak nuklir dan telah mengerahkan 1.718, sementara AS menyimpan 1.930 hulu ledak nuklir dan mengerahkan 1.770.
"China tidak pernah terlibat dalam perlombaan senjata dengan siapa pun," ujarnya."Tidak masuk akal maupun realistis untuk meminta China bergabung," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (28/8/2025).
Trump pada hari Senin mengungkapkan bahwa dia telah membahas pengurangan senjata nuklir dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama pertemuan mereka di Alaska.
"Kita sedang membahas pembatasan senjata nuklir, kita akan melibatkan China. Kita punya paling banyak, Rusia kedua terbanyak, dan China ketiga. Tapi China jauh tertinggal, tetapi mereka akan menyusul kita dalam lima tahun," ujarnya.
Moskow belum mengomentari pernyataan Trump.
Klaim Trump perihal jumlah senjata nuklir terbanyak di dunia berbeda dengan data lembaga independen internasional. Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Rusia menyimpan sekitar 2.591 hulu ledak nuklir dan telah mengerahkan 1.718, sementara AS menyimpan 1.930 hulu ledak nuklir dan mengerahkan 1.770.
Lihat Juga :