Ketika Kekayaan Runtuh: 10 Miliarder yang Tumbang oleh Krisis Ekonomi dan Perang
Rabu, 27 Agustus 2025 - 08:32 WIB
Dari miliarder muda yang dipuja, ia kini dikenang sebagai salah satu kebangkrutan paling dramatis dalam sejarah teknologi finansial.
Rinat Akhmetov pernah menjadi simbol kekuatan bisnis Ukraina, dengan aset di sektor baja, energi, dan agribisnis. Kekayaannya yang mencapai USD16 miliar membuatnya dijuluki “raja industri” negaranya.
Namun, invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022 menghancurkan sebagian besar asetnya. Pabrik-pabrik dihancurkan, pembangkit listrik lumpuh, dan bisnisnya porak-poranda.
Akhmetov kehilangan dua pertiga kekayaannya, menjadi bukti nyata bagaimana perang bisa meluluhlantakkan bahkan orang terkaya sekalipun.
Invasi Rusia ke Ukraina tidak hanya berdampak bagi rakyat, tetapi juga merontokkan kekayaan para taipan Rusia. Leonid Mikhelson, Alexey Mordashov, Vagit Alekperov, hingga Gennady Timchenko kehilangan miliaran dolar akibat sanksi internasional dan jatuhnya nilai saham.
Dalam beberapa bulan, masing-masing dari mereka kehilangan lebih dari 10 miliar dolar. Status “crazy rich Rusia” berubah menjadi cerita tentang bagaimana geopolitik bisa langsung menggerus kekayaan pribadi yang tampak kokoh.
Fenomena paling mencolok terjadi pada 5 Juni 2025, ketika Elon Musk mengalami salah satu hari finansial terburuk dalam kariernya.
Perseteruannya dengan Presiden AS, Donald Trump, memicu kejatuhan harga saham Tesla hingga 14–15%, membuat kekayaan bersih Musk anjlok sekitar USD34 miliar—salah satu kehilangan kekayaan terbesar dalam satu hari sejak 2021.
Sebelumnya, pada 11 Maret 2025, laporan menunjukkan dalam satu hari Musk kehilangan sekitar USD29 miliar, ketika net worth-nya turun dari USD330 miliar menjadi sekitar USD301 miliar akibat penurunan tajam saham Tesla.
Nasib serupa dialami oleh Mark Zuckerberg. Pada 3–4 April 2025, pengumuman kebijakan tarif baru oleh pemerintah AS mengakibatkan pasar global terhuyung: saham Meta (dulu Facebook) merosot hampir 14% selama dua hari.
Kekayaan Zuckerberg merosot sekitar USD27 miliar dalam periode tersebut, termasuk penurunan sekitar USD17,9 miliar pada hari Kamis, 3 April 2025.
4. Rinat Akhmetov – Miliarder yang Hancur karena Perang
Rinat Akhmetov pernah menjadi simbol kekuatan bisnis Ukraina, dengan aset di sektor baja, energi, dan agribisnis. Kekayaannya yang mencapai USD16 miliar membuatnya dijuluki “raja industri” negaranya.
Namun, invasi Rusia ke Ukraina sejak 2022 menghancurkan sebagian besar asetnya. Pabrik-pabrik dihancurkan, pembangkit listrik lumpuh, dan bisnisnya porak-poranda.
Akhmetov kehilangan dua pertiga kekayaannya, menjadi bukti nyata bagaimana perang bisa meluluhlantakkan bahkan orang terkaya sekalipun.
5. Para Crazy Rich Rusia – Hancur oleh Sanksi Internasional
Invasi Rusia ke Ukraina tidak hanya berdampak bagi rakyat, tetapi juga merontokkan kekayaan para taipan Rusia. Leonid Mikhelson, Alexey Mordashov, Vagit Alekperov, hingga Gennady Timchenko kehilangan miliaran dolar akibat sanksi internasional dan jatuhnya nilai saham.
Dalam beberapa bulan, masing-masing dari mereka kehilangan lebih dari 10 miliar dolar. Status “crazy rich Rusia” berubah menjadi cerita tentang bagaimana geopolitik bisa langsung menggerus kekayaan pribadi yang tampak kokoh.
6. Elon Musk – Kekayaan yang Bisa Hilang Puluhan Miliar dalam Hitungan Hari
Fenomena paling mencolok terjadi pada 5 Juni 2025, ketika Elon Musk mengalami salah satu hari finansial terburuk dalam kariernya.
Perseteruannya dengan Presiden AS, Donald Trump, memicu kejatuhan harga saham Tesla hingga 14–15%, membuat kekayaan bersih Musk anjlok sekitar USD34 miliar—salah satu kehilangan kekayaan terbesar dalam satu hari sejak 2021.
Sebelumnya, pada 11 Maret 2025, laporan menunjukkan dalam satu hari Musk kehilangan sekitar USD29 miliar, ketika net worth-nya turun dari USD330 miliar menjadi sekitar USD301 miliar akibat penurunan tajam saham Tesla.
7. Mark Zuckerberg – Raksasa Teknologi yang Terguncang
Nasib serupa dialami oleh Mark Zuckerberg. Pada 3–4 April 2025, pengumuman kebijakan tarif baru oleh pemerintah AS mengakibatkan pasar global terhuyung: saham Meta (dulu Facebook) merosot hampir 14% selama dua hari.
Kekayaan Zuckerberg merosot sekitar USD27 miliar dalam periode tersebut, termasuk penurunan sekitar USD17,9 miliar pada hari Kamis, 3 April 2025.
8. Jeff Bezos, Rugi Besar Diguncang Krisis
Lihat Juga :