Pengamat: Mediasi China Lebih Utamakan Investasi Ketimbang Perdamaian
Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:41 WIB
Afrika dan Myanmar
Di Afrika, keterlibatan China dalam perundingan damai Sudan dan Sudan Selatan juga dinilai berpusat pada kepentingan minyak, bukan penyelesaian konflik politik mendalam. Begitu pula di Myanmar, di mana Beijing berperan sebagai broker untuk melindungi proyek Belt and Road Initiative (BRI) serta jalur perdagangan lintas batas dari gangguan instabilitas.
Arsitektur Sumber Daya di Balik Narasi Perdamaian
Konsistensi pola ini menimbulkan kritik bahwa China merekonstruksi makna mediasi. Bukan lagi upaya imparsial meredakan konflik, melainkan instrumen transaksional yang menjerat negara-negara lemah dalam hubungan asimetris.
Alih-alih membangun kepercayaan dan rekonsiliasi, “perdamaian” dalam versi Beijing dipersepsikan sebagai jaminan kelancaran investasi, akses pasar, serta eksploitasi sumber daya. Dengan kata lain, arsitektur perdamaian bergeser menjadi arsitektur sumber daya.
“Negara-negara kecil perlu menyadari konsekuensi menerima mediasi China tanpa pengawasan ketat,” ujar Sen.
“Risiko yang muncul bukan sekadar perdamaian menjadi efek samping, melainkan perdamaian itu sendiri berubah menjadi alat bagi ambisi ekonomi dan geopolitik Beijing,” pungkasnya.
(mas)
Lihat Juga :