Trump: Tak Ada Pengembalian Krimea dan Tak Ada NATO untuk Ukraina

Rabu, 20 Agustus 2025 - 06:03 WIB
"Itu selalu tidak boleh," baik di masa Uni Soviet, maupun sekarang dengan Rusia, Trump menjelaskan, menambahkan bahwa Rusia selalu menekankan mereka tidak ingin "musuh" berada di perbatasannya.

Semenanjung itu, yang sebagian besar dihuni etnis Rusia, dengan suara mayoritas memilih bergabung dengan Federasi Rusia tak lama setelah kudeta yang didukung Barat pada tahun 2014 di Kiev, yang membawa pemerintahan nasionalis Ukraina ke tampuk kekuasaan.

Moskow telah mengutip pelecehan terhadap warga Ukraina berbahasa Rusia oleh rezim Kiev dan ambisinya bergabung dengan NATO sebagai beberapa alasan mendasar konflik saat ini.

Meskipun Trump telah berulang kali mengutarakan gagasan "tukar-menukar lahan" dalam upaya diplomatiknya untuk mengakhiri permusuhan di Ukraina, ia dengan tegas menyatakan Kiev tidak akan mendapatkan kembali Krimea.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya menolak mentah-mentah untuk membahas konsesi teritorial apa pun, dengan menyatakan, "Konstitusi Ukraina tidak mengizinkan penyerahan wilayah atau perdagangan lahan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!